Kakorlantas Perkuat Kolaborasi Humanis dengan Ojol Jelang May Day
- 30 Apr 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Polantas Menyapa menempatkan ojol sebagai bagian dari solusi keselamatan
- Program Polantas Menyapa menempatkan ojol sebagai bagian dari solusi keselamatan lalu lintas
- Kakorlantas juga memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada pengemudi ojol
RRI.CO.ID, Jakarta – Kakorlantas Polri menyapa komunitas ojek online (ojol) melalui kegiatan 'Polantas Menyapa' di Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas menjelang Hari Buruh (May Day).
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan komunitas ojol menjadi kunci membangun kesadaran dan kepatuhan,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho saat kegiatan 'Polantas Menyapa' di Sukabumi, Kamis, 30 April 2026.
Kakorlantas menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Pengemudi ojol dinilai memiliki peran strategis dalam mobilitas harian sekaligus menjaga keselamatan di jalan.
Selain itu, kehadiran Kakorlantas juga bagian dari koordinasi pengamanan Hari Buruh (May Day). Pengawalan pergerakan buruh dari Jawa Barat menuju Jakarta telah dipersiapkan secara matang.
“Pengamanan dan pengawalan sudah disiapkan secara matang. Pergerakan bus menuju Jakarta akan diatur agar aman dan lancar,” katanya.
Ia menegaskan, pendekatan Polri kini tidak lagi mengedepankan penindakan semata dalam penegakan hukum lalu lintas. Polantas lebih mengutamakan komunikasi dan silaturahmi untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Polantas tidak lagi hanya mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati. Komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga keselamatan,” ucapnya.
Menurutnya, komunitas ojol telah menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif.
Kakorlantas juga mengapresiasi peran Dirlantas (Direktur Lalu Lintas) dan Kapolres (Kepala Kepolisian Resor) yang aktif membangun kolaborasi. Berbagai persoalan lalu lintas seperti kepadatan dan kemacetan turut dibahas bersama.
“Keselamatan menjadi yang paling utama dalam setiap aktivitas di jalan raya. Melalui komunikasi dan kebersamaan, semua pengguna jalan diharapkan tetap selamat,” ujarnya.
Program 'Polantas Menyapa' menempatkan ojol sebagai bagian dari solusi keselamatan lalu lintas. Pendekatan ini dilakukan secara humanis dan preventif untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat.
Peran asosiasi ojol juga didorong sebagai wadah koordinasi dan pembinaan antar pengemudi. Pengemudi diharapkan menjadi sumber informasi kondisi lalu lintas secara real-time.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan komunitas seperti GOCIB (Gabungan Ojol Cibadak) dan SOGRABIS (Solidaritas Grab Sukabumi). Selain itu, hadir Booster (Baraya Online Sukabumi Parungkuda) dan LadyGrab (Perkumpulan Grab Wanita).
Perwakilan komunitas SOGRABIS, Ujang Sendi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang komunikasi yang selama ini dibutuhkan oleh para pengemudi.
“Dengan adanya kegiatan ini, ojol dan kepolisian semakin menyatu. Kami sudah lama berharap forum seperti ini bisa terealisasi,” katanya.
Ia menambahkan pendekatan Polantas kini lebih mengedepankan komunikasi dibandingkan penindakan langsung. Harapannya, hubungan ini semakin kuat dan kolaborasi menjadi lebih efektif ke depan.
“Tidak lagi mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati. Harapannya hubungan ini semakin kuat dan kolaborasi semakin efektif,” ujarnya.
Selain dialog, Kakorlantas juga memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada pengemudi ojol. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap peran ojol dalam transportasi harian masyarakat.
Program ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Kolaborasi antara Polantas dan ojol menjadi kunci menciptakan keselamatan di jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....