Kemenko PM,Ruang Amal, dan IFG Life Kolaborasi Perkuat Inklusi Ojol Tunarungu

  • 22 Sep 2026 10:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat bersama Ruang Amal Indonesia dan IFG Life memperkuat inklusi pengemudi ojek online tunarungu. Penguatan dilakukan melalui pelatihan pengelolaan keuangan, keselamatan berkendara, serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pengemudi ojek online tunarungu.

Kegiatan berlangsung di Ruang Heritage, Gedung Kemenko PM, Jakarta, Senin, 21 September 2026, dengan melibatkan 60 peserta dari pengemudi tunarungu. Program tersebut menjadi bagian kolaborasi untuk memperluas akses pengetahuan, perlindungan, serta kesempatan ekonomi bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM Dyah Tri Kumolosari mengatakan penyandang disabilitas merupakan prioritas pembangunan nasional. Pemerintah, menurutnya, ingin memastikan komitmen terhadap penyandang disabilitas diwujudkan melalui program yang memberikan akses, kesempatan, dan perlindungan setara.

Dyah menilai kolaborasi tersebut membantu menghadirkan akses lebih baik bagi pengemudi ojol tunarungu dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari. Kemenko PM juga memastikan pengemudi dapat berkendara dengan aman serta memperoleh akses jaminan sosial ketenagakerjaan berkelanjutan bagi mereka.

“Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap,” ujar Dyah dalam sambutannya pada kegiatan tersebut di Jakarta. Menurutnya, pembangunan Indonesia harus berlangsung inklusif dan tidak boleh meninggalkan kelompok masyarakat penyandang disabilitas.

CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 60 pengemudi ojol tunarungu dari wilayah Jabodetabek. Peserta merupakan anggota Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia atau KOTRI yang mengikuti pelatihan secara langsung di Jakarta.

Slamet menyebut jumlah pengemudi ojol tunarungu di wilayah Jabodetabek diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang yang terdata hingga kini. Menurutnya, pengemudi ojol termasuk kelompok rentan sehingga membutuhkan penguatan literasi keuangan dan keselamatan berkendara untuk menjaga keberlanjutan ekonomi.

Sementara itu, Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan kegiatan membuka akses pembelajaran bagi pengemudi ojol penyandang disabilitas. Materi pelatihan mencakup perencanaan keuangan dan keselamatan berkendara yang diharapkan dapat diterapkan oleh peserta dalam aktivitas sehari-hari mereka.

Gatot berharap pengetahuan tersebut dapat membantu peserta mengelola keuangan sekaligus meningkatkan keselamatan selama menjalankan aktivitas sebagai pengemudi ojol. Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat Kemenko PM, IFG Life, BPJS Ketenagakerjaan, DPLK IFG Life, serta Ruang Amal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....