Kementerian PPPA Dorong PERKHIN Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
- 21 Sep 2026 10:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KemenPPPA mengajak PERKHIN memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui gerakan Ruang Bersama Indonesia.
- Jejaring PERKHIN hingga desa dan kelurahan menjadi modal sosial untuk memperluas program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat grassroot.
- Kolaborasi pemerintah dan masyarakat melalui jejaring ini diharapkan dapat menjangkau perempuan dan anak hingga ke akar rumput.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak Perempuan Konghucu Indonesia (PERKHIN) memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui gerakan Ruang Bersama Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan untuk memperluas kolaborasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga tingkat desa serta kelurahan.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut jejaring PERKHIN hingga desa dan kelurahan menjadi modal sosial memperluas program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Jejaring tersebut dinilai dapat memperkuat kolaborasi pemerintah bersama masyarakat dalam menjangkau perempuan dan anak hingga akar rumput.
“RBI diharapkan menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan perempuan dan anak di tingkat akar rumput Indonesia. Pendekatan berbasis kearifan lokal diperlukan agar penyelesaian persoalan perempuan dan anak sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Ia menjelaskan, salah satu implementasi RBI yang dikembangkan Kementerian PPPA adalah Kebun Pangan Perempuan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Program ini diharapkan memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan. Kami berharap PERKHIN terus menjadi mitra kolaborasi memperkuat RBI agar manfaatnya dirasakan perempuan, anak, dan keluarga Indonesia,” ucap Arifah Fauzi menegaskan.
Sementara itu, Ketua DPP PERKHIN Suryani mengatakan persoalan perempuan dan anak membutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menghasilkan solusi berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, serta pemangku kepentingan lainnya perlu memperkuat kolaborasi bersama.
“Persoalan perempuan dan anak membutuhkan kerja bersama. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” kata Suryani.
Suryani berharap kolaborasi PERKHIN dan Kementerian PPPA terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi perempuan, anak, keluarga, serta masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....