Menbud Fadli: Seni Ukir Jepara Berpotensi Jadi Warisan Dunia
- 29 Apr 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menilai seni ukir Jepara memiliki sejarah panjang sejak abad ke-15/16 dan berpotensi sebagai ekspresi budaya Indonesia.
- Seni ukir Jepara tidak hanya bernilai material, tetapi juga spiritual, dengan proses kreatif turun-temurun sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.
- Witiarso Utomo menekankan peran generasi muda dalam melestarikan ukir Jepara sebagai identitas dan kebanggaan bangsa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa menilai seni ukir Jepara memiliki nilai sejarah panjang. Serta berpotensi kuat sebagai bagian dari ekspresi budaya Indonesia yang terus berkembang lintas zaman.
Ia menyampaikan, bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara. Apresiasi ini dilakukan atas pengakuan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya berbasis teknologi tradisional.
"Saya yakin seni ukir Jepara bisa menjadi representasi bagian dari ekspresi budaya kita di tengah peradaban ini. Karena seni ukir Jepara yang sudah panjang riwayatnya," katanya kepada wartawan usai peresmian Pameran Tatah: Seni Ukir Jepara 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, seni ukir Jepara memiliki riwayat panjang yang diperkirakan telah berkembang sejak abad ke-15 atau ke-16. Tradisi tersebut, kata dia, tidak hanya mencerminkan budaya material, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang kuat.
Ia menambahkan, kekuatan seni ukir Jepara tidak hanya terletak pada hasil karya fisik. Tetapi juga pada proses kreatif yang diwariskan secara turun-temurun.
Hal itulah yang menjadikannya sebagai bagian penting dari warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage). "Proses kreatif dari seni ukir Jepara ini sudah menjadi tradisi panjang yang memperkaya identitas budaya kita," ucapnya.
Dengan potensi tersebut, pemerintah berharap seni ukir Jepara dapat terus berkembang. Dan memperoleh pengakuan lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan seni ukir Jepara. Khususnya pada tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap melalui pameran Tatah 2026, masyarakat semakin memahami bahwa Jepara tidak hanya menghasilkan produk seni. Tetapi juga membangun peradaban melalui karya seni.
"Kami sebagai generasi muda ingin berpartisipasi untuk meningkatkan seni ukir di Kabupaten Jepara. Bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional," ujarnya.
Ia menegaskan, seni ukir Jepara bukan sekadar produk fungsional. Melainkan sebuah identitas dan kebanggaan bangsa yang sarat nilai sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....