Kemenbud Dorong Seni Ukir Jepara Masuk WBTB UNESCO

  • 16 Nov 2025 11:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jepara: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan berupaya mendaftarkan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke UNESCO. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan karya ukir Jepara tidak lagi sekedar kerajinan melainkan karya seni bernilai tinggi.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Sanggar Seni Ukir Kayu, Senenan, Jepara, Jawa Tengah. Tujuannya untuk meninjau langsung proses persiapan karya seni yang akan ditampilkan dalam Pameran Tatah 2026.

"Di sini kita bisa lihat karya-karya ukir Jepara mendapatkan apresiasi yang tinggi," ujarnya melalui keterangan pers, Minggu (16/11/2025). Karena itu, Fadli menginginkan karya ukir Jepara benar-benar menjadi karya seni.

Menbud juga menekankan pentingnya hilirisasi agar karya ukir Jepara memasuki ranah seni rupa dengan nilai apresiasi besar. Salah satunya melalui Pameran Tatah 2026 sebagai momentum penampilan karya seni ukir yang mengedepankan nilai artistik.

Menurut dia, kegiatan dipersiapkan sebagai ajang eksebisi seni ukir, bukan sekadar pameran kerajinan. Selain mengedepankan standar artistik dan imajinasi, kurasinya pun akan mengedepankan nilai seni yang lebih tinggi.

"Ada karya yang dikerjakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebagai ekspresi seni luar biasa dari para pengrajinnya," ucapnya. Menurut Fadli, ini yang harus terus didorong agar ukiran Jepara menjadi karya seni, bukan hanya produk kerajinan massal.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menyaksikan Pelatihan Seni Budaya Ukir Kayu Jepara bagi anak usia 10–12 tahun. Menurut dia, hal ini penting agar tradisi ukir Jepara tetap terjaga dan terus berkembang melalui generasi baru.

"Pelatihan ini penting sekali dilakukan agar tradisi ukir Jepara tetap terjaga," ujarnya. Lestari berharap lahirnya generasi baru pengrajin dengan keterampilan dan pemahaman budaya yang mumpuni.

Kemenbud menegaskan dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan seni ukir Jepara sebagai salah satu kekuatan budaya bangsa. Seni ini mengandung nilai sejarah, artistik, dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan kebudayaan nasional.

Pameran Tatah 2026 diharapkan menjadi wadah strategis untuk menampilkan kualitas terbaik ukiran Jepara dalam konteks seni rupa. Ini sekaligus memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada publik nasional dan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....