Kemenhub dan Arab Saudi Bahas Perluasan Kerja Sama pada Sektor Transportasi

  • 14 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat serta memperluas kerja sama transportasi, termasuk penyusunan sejumlah Nota Kesepahaman baru
  • Kedua negara mendorong penguatan konektivitas udara melalui perluasan titik operasional penerbangan ke Yogyakarta dan Banda Aceh
  • Indonesia meminta dukungan Arab Saudi terhadap pencalonan sebagai Anggota Dewan ICAO sekaligus membahas kerja sama pengembangan SDM transportasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen Indonesia memperkuat sekaligus memperluas kerjasama transportasi dengan Pemerintah Arab Saudi. Pertemuan tersebut berlangsung bersama Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Kerja sama yang dibahas mencakup berbagai sektor strategis, mulai investigasi keselamatan transportasi, maritim, perkeretaapian, hingga penerbangan sipil. Kementerian Perhubungan juga akan menugaskan tim teknis untuk membahas serta menyelesaikan usulan Nota Kesepahaman secara tepat waktu.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kembali bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkomitmen. Untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, bahkan memperluas jangkauannya,” ujar Dudy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Pada sektor transportasi udara, Indonesia dan Arab Saudi telah memiliki kemitraan sejak penandatanganan Perjanjian Transportasi Udara pada tahun 1988. Kemitraan tersebut terus diperkuat guna meningkatkan konektivitas penerbangan antara wilayah kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.

Dudy mengatakan pembahasan layanan udara antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Transportasi serta Logistik Arab Saudi pada Juni 2025 menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Ia menyebut salah satu kesepakatan tersebut adalah perluasan titik operasional penerbangan, termasuk Yogyakarta dan Banda Aceh.

“Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh. Hal ini perlu dilanjutkan, mengingat permintaan perjalanan udara dari Indonesia menuju Arab Saudi atau sebaliknya terus menunjukkan peningkatan,” ucap Dudy.

Ia menilai perluasan titik operasional tersebut perlu terus dilanjutkan seiring meningkatnya permintaan perjalanan udara antara Indonesia dan Arab Saudi. Menurutnya, peningkatan mobilitas penumpang menjadi dasar penguatan kerja sama layanan penerbangan kedua negara.

Dudy turut meminta dukungan Pemerintah Saudi terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO pada Sidang Luar Biasa November 2026. Indonesia berharap dapat berkontribusi menghadirkan penerbangan sipil global yang aman, inklusif, berkelanjutan, dan terjamin.

Pertemuan kedua menteri juga membahas peluang pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, serta program magang transportasi. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kapasitas sektor transportasi kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....