Kemenhub Audit Sistem Keselamatan Pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa II
- 06 Agt 2026 11:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perhubungan mengaudit sistem manajemen keselamatan operator KMP Mutiara Sentosa II sebagai bagian evaluasi menyeluruh pascainsiden kebakaran
- Sebanyak 238 korban telah dievakuasi, terdiri atas 233 orang selamat dan lima meninggal dunia, dengan dukungan berbagai armada laut dan unsur SAR
- Kemenhub mendukung penuh investigasi KNKT serta mengingatkan pentingnya budaya keselamatan pelayaran untuk mencegah kecelakaan serupa
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan melakukan audit sistem manajemen keselamatan pascainsiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa pada masa mendatang.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan Kapal Negara Patroli KN. Grantin P. 211 dan KN Masalembo membantu proses evakuasi korban. Kedua kapal diberangkatkan dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak dan Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak.
Sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya menggunakan KN Masalembo, Selasa, 4 Agustus 2026. Dengan demikian, total korban yang telah dievakuasi mencapai 238 orang, terdiri atas 233 selamat dan lima meninggal dunia.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah menyurati serta memanggil operator PT Atosim Lampung Pelayaran. Pemanggilan dilakukan untuk menjalani audit terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi. Untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud di Surabaya, Rabu,5 Agustus 2026.
Masyhud turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dan evakuasi korban. Apresiasi diberikan kepada Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran, serta seluruh potensi SAR yang bekerja terpadu.
“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih. Atas kesiapsiagaan serta kontribusi seluruh armada dan unsur yang terlibat dalam membantu proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II,” ucapnya.
Armada yang terlibat dalam proses evakuasi meliputi KRI Nala 363, KN SAR Permadi, KN Masalembo, dan Meratus Project 3. Selain itu, TB Hasnur, Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM Alcon, serta Perahu Nelayan Sandiwara Cinta juga dikerahkan.
Berdasarkan keterangan resmi Basarnas, operasi SAR khusus penanganan KMP Mutiara Sentosa II telah dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan. Meski demikian, Kementerian Perhubungan memastikan penanganan korban dan proses investigasi tetap berlanjut.
“Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi. Yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” ujar Masyhud.
Masyhud menegaskan insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun budaya keselamatan pelayaran bersama seluruh pemangku kepentingan. Operator kapal wajib memastikan pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang dilakukan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat. Khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....