Bapanas Prioritaskan Distribusi Pangan ke Timur
- 28 Apr 2026 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah pastikan ketegangan Selat Hormuz tidak ganggu pangan nasional
- Ketersediaan 11 komoditas pangan pokok strategis dalam kondisi aman
- Neraca pangan nasional surplus hingga Juni 2026
- Sumber impor pangan tidak melalui kawasan konflik
- Harga pangan terkendali, jumlah provinsi terdampak IPH menurun
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprioritaskan subsidi distribusi pangan ke wilayah timur Indonesia. Langkah ini untuk menekan disparitas harga antarwilayah.
Intervensi dilakukan melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan. Fokusnya mengalirkan pasokan dari daerah surplus ke wilayah defisit.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Maino Dwi Hartono mengatakan subsidi transportasi menjadi salah satu instrumen. Dukungan ini diberikan kepada daerah yang membutuhkan.
“Kami memfasilitasi dukungan distribusi termasuk subsidi transportasi. Bahkan sudah mengirim beras ke Kota Tual karena harganya masih tinggi,” ucapnya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kemendagri, Jakarta, Senin 27 April 2026.
Data per 27 April 2026 menunjukkan mobilisasi pangan mencapai 44.416 kilogram. Distribusi difokuskan untuk meredam tekanan harga di daerah defisit.
Komoditas beras menjadi intervensi utama dengan volume 32.500 kilogram. Pengiriman terbesar mencapai 25.000 kilogram dari Sulawesi Selatan ke Kota Tual.
Selain itu, distribusi juga menjangkau daerah terpencil. Di antaranya Mahakam Ulu sebesar 2.000 kilogram dan Cipayung 5.500 kilogram.
Intervensi juga dilakukan pada komoditas lain. Cabai rawit merah didistribusikan sebanyak 5.590 kilogram ke berbagai wilayah.
Untuk protein hewani, mobilisasi sapi hidup mencapai 5.126 kilogram. Sementara minyak goreng didistribusikan sebanyak 1.200 kilogram ke daerah terpencil.
“Distribusi ini melibatkan offtaker dan jaringan logistik lintas sektor. Tujuannya agar pasokan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Program ini juga didukung sektor swasta dan BUMN pangan. Skema ini membuat distribusi lebih efisien di wilayah dengan hambatan logistik.
Pemerintah menegaskan stabilitas pangan harus dirasakan merata. Upaya ini untuk memastikan harga tetap terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....