KAI Batalkan 19 Perjalanan dan Operasikan Posko Darurat Dua Minggu

  • 28 Apr 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kereta Api Indonesia mengonfirmasi pembatalan sembilan belas jadwal perjalanan akibat penanganan peristiwa kecelakaan di wilayah Bekasi Timur.
  • Pemerintah mengoperasikan posko tanggap darurat selama dua minggu di Stasiun Bekasi Timur dan Gambir bagi seluruh keluarga korban.
  • Seluruh biaya perawatan medis dan pemakaman korban kecelakaan kereta api ditanggung sepenuhnya melalui mekanisme asuransi bersama pihak perusahaan.

RRI.CO.ID, Bekasi - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengonfirmasi pembatalan 19 jadwal perjalanan kereta api pada Selasa, 28 April 2026. Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan demi mempermudah kelancaran proses penanganan serta evakuasi fisik di wilayah Bekasi Timur.

KAI juga langsung menyiagakan dua posko tanggap darurat selama dua minggu untuk melayani kebutuhan informasi. Seluruh korban dipastikan akan mendapatkan jaminan perlindungan asuransi kesehatan serta biaya pemakaman secara lengkap dari perusahaan tersebut.

Presiden RI Prabowo Subianto meninjau secara langsung kondisi korban kecelakaan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdulmadjid. Ia ingin memastikan setiap orang terdampak mendapatkan pelayanan medis secara maksimal demi mempercepat proses pemulihan kesehatan mereka.

“Saya datang untuk memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik. Kita semua tentu prihatin atas kejadian ini. Pemerintah akan segera melakukan investigasi dan mengambil langkah-langkah perbaikan agar keselamatan perkeretaapian semakin terjaga,” ujar Presiden.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan melakukan peninjauan ulang secara menyeluruh terkait aspek standar keselamatan transportasi kereta. Pihak kementerian akan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Setiap kejadian akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Pemerintah akan memastikan langkah-langkah perbaikan dilakukan agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” ujarnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin melaporkan bahwa peristiwa ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia. Petugas di lapangan sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan.

“Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Evakuasi telah kami lakukan bersama tim gabungan, dan saat ini kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik,” ujar Bobby.

“Kami menyiapkan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir, serta layanan Contact Center 121. Posko ini akan kami siagakan sekitar dua minggu ke depan untuk membantu kebutuhan informasi bagi keluarga,” ujar Bobby.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumpulkan fakta autentik untuk menyusun laporan hasil investigasi secara mandiri serta transparan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan pendalaman pada semua faktor penyebab sedang berjalan aktif bersama tim teknis di lapangan.

“Seluruh aspek akan kami dalami dalam proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara objektif,” ujarnya.

Kondisi stasiun pada lokasi peristiwa belum diperbolehkan memberikan pelayanan naik maupun turun bagi penumpang umum sementara waktu. Jalur hulu kereta masih berada dalam tahap perbaikan teknis sehingga pengalihan operasional harus dilakukan oleh KAI.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

Manajemen KAI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang merasa sangat terganggu akibat adanya perubahan jadwal tersebut. Informasi terbaru mengenai penanganan lapangan akan terus diberikan secara berkala demi menjaga keterbukaan data kepada seluruh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....