Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 103.848 Pelanggan, Bagaimanakah Kondisi saat Ini?
- 29 Jul 2026 15:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kereta Api Indonesia terus mengembangkan layanan kereta api kelas ekonomi agar memberi kenyamanan perjalanan yang semakin baik dan terjangkau
- Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI menghadirkan pilihan lebih nyaman dengan tarif yang tetap ramah bagi pelanggan.
RRI.CO.ID, Garut – Kereta Api Indonesia terus mengembangkan layanan kereta api kelas ekonomi agar memberi kenyamanan perjalanan yang semakin baik dan terjangkau. Melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI menghadirkan pilihan lebih nyaman dengan tarif yang tetap ramah bagi pelanggan.
Kereta Ekonomi Kerakyatan saat ini digunakan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pp. Sejak mulai beroperasi pada 11 Juni hingga 26 Juli 2026, layanan tersebut telah melayani 79.450 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan bagian dari peningkatan pelayanan. Implementasi pada KA Cikuray ini disusun berdasarkan kebutuhan dan suara pelanggan.
“Pelanggan menginginkan perjalanan yang terjangkau sekaligus nyaman. Kereta Ekonomi Kerakyatan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat memiliki akses perjalanan antarkota dengan fasilitas yang semakin baik dan tarif yang tetap terjangkau,” ujar Anne kepada RRI.co.id , Rabu, 29 Juli 2026.
Pada periode 11 Juni–26 Juli 2026, KA Cikuray dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan melayani 32.145 pelanggan dari Garut menuju Pasarsenen. Sementara rute sebaliknya, 47.305 pelanggan dari Pasarsenen menuju Garut.
“Jumlah pelanggan tersebut menjadi masukan penting bagi KAI untuk mengevaluasi pengembangan layanan kelas ekonomi ke depan. Setiap peningkatan fasilitas diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perjalanan yang aman, nyaman, andal, dan terjangkau,” kata Anne.
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan oleh insan KAI di Balai Yasa Manggarai. Pengembangan dilakukan melalui pembaruan interior, penataan ulang tempat duduk, serta penggunaan kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan.
Penataan tersebut memberikan posisi duduk yang lebih nyaman dan ruang perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Namun, tetap mempertahankan kapasitas layanan yang sesuai bagi kebutuhan transportasi publik.
“Kami ingin kereta api tetap menjadi pilihan yang dekat dengan masyarakat. Tarif yang terjangkau perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas pelayanan, agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati perjalanan antarkota dengan nyaman,” tutup Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....