El Nino 2026 Diprediksi Panjang, Komisi IV Ingatkan Pemerintah Waspadai Karhutla
- 28 Apr 2026 11:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah mengingatkan, pemerintah meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
- Politikus PKB ini menekankan, musim kemarau yang lebih kering dan panjang tahun ini menuntut langkah preventif
- Musim kemarau yang lebih kering dan panjang akan meningkatkan risiko karhutla secara drastis
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah mengingatkan, pemerintah meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Mitigasi penting dilakukan pemerintah, menyusul prediksi fenomena El Nino pada periode Mei hingga Juli 2026 oleh BMKG.
Politikus PKB ini menekankan, musim kemarau yang lebih kering dan panjang tahun ini menuntut langkah preventif. Hal tersebut, jangan sampai telau atau ditunda oleh pemerintah.
“Musim kemarau yang lebih kering dan panjang akan meningkatkan risiko karhutla secara drastis. Pemerintah harus segera melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas," kata Hindun dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Jika kebakaran hutan terjadi dan meluas, Hindun mengungkapkan, dampaknya akan fatal di masyarakat. Terutama, berdampak mengganggu kesehatan anak dan lansia.
"Dampak karhutla bukan hanya soal kerusakan ekosistem dan hilangnya habitat flora-fauna. Melainkan juga kerugian sosial-ekonomi yang masif, termasuk potensi gangguan asap lintas batas negara," ucap Hindun.
Oleh karena itu, ia menegaskan, penting bagi pemerintah beralih dari pendekatan pemadaman ke pendekatan preventif yang lebih komprehensif. Salah satunya, memanfaatkan dan menguatkan pemantauan titik panas berbasis teknologi satelit yang terintegrasi dengan patroli terpadu di wilayah rawan.
"Khususnya di kawasan (hutan) gambut. Upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten," ujar Hindun.
Diketahui, berdasarkan data organisasi Pantau Gambut, sebanyak 23.546 titik panas (hotspot) terdeteksi di kawasan gambut sejak awal 2026. Angka ini menjadi sinyal bahaya yang harus direspons dengan aksi nyata sebelum eskalasi kebakaran meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....