Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta Bekasi, Komisi V DPR: Investigasi Mendalam
- 28 Apr 2026 09:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty terus menyoroti, perkembangan informasi penanganan kecelakaan maut kereta api di Bekasi.
- Ia meminta, stakeholders terkait melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti tabrakan tersebut
- Mendesak dilakukan investigasi mendalam atas kejadian ini agar penyebabnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty terus menyoroti, perkembangan informasi penanganan kecelakaan maut kereta api di Bekasi. Politikus PKS ini menegaskan, kecelakaan maut tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.
Ia meminta, stakeholders terkait melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti tabrakan tersebut. "Mendesak dilakukan investigasi mendalam atas kejadian ini agar penyebabnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Saadiah dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Ia mengingatkan, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi publik, khususnya perkeretaapian. Mengingat, insiden 'adu banteng' kereta seperti ini sangat fatal dan berpotensi membahayakan nyawa banyak orang.
“Kami turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Insiden ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, kecelakaan seperti ini sangat fatal dan sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” ucap Saadiah.
Diketahui, insiden tragis tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Kecelakaan maut itu melibatlan KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL Commuter Line.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Data KAI sementara mencatat, sebanyak 38 penumpang KRL dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Hingga kini, proses evakuasi penumpang masih dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis.
Lalu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Para penumpang yang meninggal dunia dan luka-luka dirujuk ke beberapa rumah sakit.
Seperti, RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi. "Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....