Pengguna KRL Jabodetabek Naik Jadi 86,8 Juta di Triwulan I 2026
- 17 Apr 2026 22:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Commuter Indonesia mencatat peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek sebesar 5,7 persen sepanjang Triwulan I 2026.
- KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan setiap hari guna menjaga kualitas layanan meskipun ada penerapan kebijakan kerja dari rumah.
- Layanan Commuter Line Merak menunjukkan tren pertumbuhan penumpang yang positif mencapai 11,7 persen dibandingkan dengan pencapaian periode tahun lalu.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia mencatat jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek sebanyak 86.865.947 orang sepanjang awal tahun 2026. Angka pergerakan ini mencerminkan adanya kenaikan volume sebesar 5,7 persen jika dibanding pencapaian triwulan pertama tahun sebelumnya.
Informasi pergerakan penumpang tersebut dirilis kepada publik pada Jumat, 17 April 2026. Pencapaian itu membuktikan transportasi berbasis rel sebagai andalan masyarakat urban di tengah dinamika aktivitas kerja warga Jakarta.
Vice President Corporate Secretary Kereta Api Indonesia Commuter (KAI Commuter) Karina Amanda menjelaskan rincian data kemudahan layanan. Pihak manajemen berupaya memastikan kualitas operasional ramah lingkungan terjaga untuk menunjang segala kebutuhan mobilitas publik terkini.
“Rata-rata setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk transportasi dan aktivitas hariannya,” ujar Karina.
Kebijakan bekerja dari rumah atau dikenal sebagai Work From Home (WFH) saat ini tengah diberlakukan. Seluruh rangkaian armada dipastikan beroperasi secara normal guna memberikan pelayanan transportasi publik terbaik bagi seluruh warga.
Pergerakan harian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan dampak fluktuatif pada volume penggunaan jasa pada setiap hari Jumat. Namun, pergerakan warga lainnya di luar abdi negara terpantau tetap memenuhi kursi rangkaian KRL.
“Pada jam sibuk pagi hingga pukul 10.00 WIB Jumat ini, tercatat pengguna yang naik Commuter Line Jabodetabek sebanyak 300.180 orang. Angka tersebut menurun 20 persen dari Jumat sebelum kebijakan WFH ASN, atau sebanyak 376.186 orang,” kata Karina.
Petugas stasiun memonitor situasi secara saksama di Stasiun Bogor guna menjaga kelancaran alur keberangkatan seluruh calon penumpang. Penurunan jumlah penumpang pada fasilitas transportasi tersebut merupakan salah satu implikasi positif penerapan aturan jam kerja fleksibel.
Pihak penyedia jasa tetap mengoperasikan 1.065 jadwal perjalanan setiap hari untuk melayani kebutuhan distribusi penumpang massal. Pilihan angkutan umum yang konsisten juga membantu menjaga kualitas udara perkotaan karena penggunaan kendaraan pribadi kian berkurang drastis.
Pencapaian menggembirakan juga tampak pada jumlah 640.510 pengguna jasa angkutan kereta api rute Bandara Soekarno-Hatta. Kemudahan akses mobilitas tersebut semakin menjadi pilihan utama bagi warga Tangerang yang ingin bepergian menuju kawasan perkantoran Jakarta.
Rute menuju Provinsi Banten terpantau memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap peningkatan total pergerakan pada triwulan pertama tersebut. Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan memaparkan data kenaikan jumlah pengguna pada layanan kereta regional.
“Pada Triwulan I tahun 2026 ini tercatat sebanyak 1.134.514 pengguna yang meningkat 11,7 persen jika dibanding periode yang sama di 2025 yaitu sebanyak 1.014.945 orang,” ujar Leza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....