Praka Rico Gugur, DPR Dorong PBB Evaluasi Mekanisme Perlindungan Pasukan UNIFIL
- 26 Apr 2026 11:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mendorong, PBB mengevaluasi total terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian UNIFIL Lebanon.
- Sukamta menegaskan, PBB harus sadar akan realitas ancaman di lapangan yang mengancam pasukan UNIFIL Lebanon
- Pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mendorong, PBB mengevaluasi total terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian UNIFIL Lebanon. Pernyataan tegas politikus PKS ini, merespons gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia akibat serangan ke markas UNIFIL.
Sukamta menegaskan, PBB harus sadar akan realitas ancaman di lapangan yang mengancam pasukan UNIFIL Lebanon. "Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban,” kata Sukamta dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 26 April 2026.
Selain PBB, Sukamta juga meminta, pemerintah Indonesia melakukan peninjauan komprehensif terkait aspek keamanan dan pola penugasan prajurit TNI. Terutama, setelah tewasnya Praka Rico.
“Pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian. Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global,” ucap Sukamta.
Kemudian, ia menekankan, perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia. Termasuk, dari prajurit TNI yang ditugaskan bergabung ke UNIFIL.
“Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan yang memadai. Dan, komitmen bersama dari seluruh komunitas internasional,” ujar Sukamta.
Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat menjadi korban ledakan peluru kendali di markas UNIFIL. Kejadian kelam itu, terjadi pada Rabu, 29 Maret 2026 lalu.
Gugurnya Praka Rico dalam misi UNIFIL menambah duka bagi Indonesia. Total prajurit TNI yang tewas di Lebanon menjadi empat.
Selain Rico, prajurit TNI yang tewas dalam misi perdamaian itu ialah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Lalu, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....