Pasukan UNIFIL RI Kembali Gugur, Indonesia Desak PBB Lakukan Investigasi

  • 24 Apr 2026 20:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mendesak PBB untuk mengusut tuntas insiden ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026.
  • Ledakan ini kembali menyebabkan gugurnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia.
  • Praka Rico Pramudia sebelumnya mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia mendesak PBB untuk mengusut tuntas insiden ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026. Sedangkan, ledakan ini kembali menyebabkan gugurnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia.

“Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel. Guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, Jumat, 24 April 2026 di Jakarta.

Yvonne menekankan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak dapat ditawar. “Oleh karenanya, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan,” ucapnya menegaskan.

Menurutnya, langkah tersebut mencakup evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Indonesia juga kembali menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI tersebut. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Adapun sejak insiden terjadi, pemerintah Indonesia telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.

“Berbagai upaya medis telah dilakukan, namun nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dialaminya. “Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Jubir Kemlu RI.

“Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.”

Yvonne mengungkapkan, pemerintah memastikan proses pemulangan jenazah akan dilakukan dengan penghormatan penuh. “Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” ujarnya.

Sebelumnya, satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026. Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.

Insiden yang terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah juga menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian Garuda terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, namun akhirnya nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. 2 personel Garuda di UNIFIL lainnya gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, Senin, 30 Maret 2026 dan serangan ini juga melukai dua personel penjaga perdamaian Garuda lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....