PBB Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

  • 25 Apr 2026 00:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Prajurit Kepala (Praka) asal Indonesia, Rico Pramudia.
  • PBB juga menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga, sahabat, serta Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia.
  • Praka Rico Pramudia meninggal karena luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret lalu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan belasungkawa gugurnya Prajurit Kepala (Praka) asal Indonesia Rico Pramudia. Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan akhir Maret lalu.

United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) adalah pasukan perdamaian PBB untuk mengembaikan wilayah Lebanon yang dikuasai Israel. UNIFIL dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanaan PBB no 425 dan 426 tahun 1978 .

Setiap tahun mandat UNIFIL diperbaharui. oleh DK PBB sesuai dengan perubahan situasi. Perpanjangan terakhir dilakukan melalui Resolusi DK PBB 2748 tahun 2024.

Pasukan UNIFIL berjumlah 10.000 orang dari 46 negara. Indonesia adalah salah satu penyumbang tentara paling banyak di UNIFIL.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, sangat berduka atas kepergian prajurit tersebut. Ia menyebut Rico sebagai penjaga perdamaian yang penuh keberanian.

PBB menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga, sahabat, TNI dan pemerintah Indonesia. Sebelumnya, UNIFIL mengumumkan Praka Rico meninggal dunia setelah dirawat hampir satu bulan di Beirut akibat luka parah.

Ia terluka setelah sebuah proyektil meledak di markas UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam. Kementerian Luar Negeri RI mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya pasukan perdamaian TNI.

Serangan terhadap personel "peacekeeper" merupakan pelanggaran serius hukum internasional dapat dikategorikan kejahatan perang. Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel memastikan pertanggungjawaban insiden tersebut.

Dengan Praka Rico, berarti empat prajurit TNI gugur dalam sebulan terakhir di UNIFIL. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang sama dengan Rico.

Sehari kemudian, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan tewas ketika konvoi diserang. Rangkaian serangan pada 29–30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan tujuh prajurit TNI lainnya terluka.

Di tengah eskalasi ketegangan di wilayah tersebut, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL. Insiden tersebut terjadi setelah patroli mereka diserang pada 18 April.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....