Ikan Sapu-Sapu di Indonesia Diduga dari Perdagangan Ikan Hias, Simak Penjelasannya
- 25 Apr 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias akuarium.
- Pelepasan ikan oleh pemilik akuarium menjadi faktor utama penyebaran ikan sapu-sapu di sungai Indonesia.
- Kemampuan adaptasi tinggi membuat ikan sapu-sapu berkembang menjadi spesies invasif yang mengancam ekosistem lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikan sapu-sapu kini menjadi spesies invasif di banyak sungai Indonesia. Penyebarannya diduga berawal dari perdagangan ikan hias yang kemudian lepas ke perairan umum.
Menurut Buku Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung (Dewi Elfidasari), ikan sapu-sapu termasuk dalam famili Loricariidae. Spesies ini bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari kawasan Amerika Selatan yang kaya keanekaragaman hayati.
Habitat asli ikan ini berada di Sungai Amazon yang memiliki persaingan tinggi antarspesies. Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap berbagai lingkungan.
Mengacu pada informasi dari IPB Digitani, masuknya ikan sapu-sapu ke Indonesia diduga melalui jalur perdagangan ikan hias sejak beberapa dekade lalu. Ikan ini populer sebagai pembersih akuarium karena kemampuannya memakan lumut dan alga.
Namun, perubahan perilaku makan membuat ikan ini tidak lagi hanya mengonsumsi alga di akuarium. Ikan sapu-sapu mulai memakan telur ikan lain sehingga dianggap merugikan oleh pemiliknya.
Akibatnya, banyak pemilik akuarium melepaskan ikan tersebut ke perairan umum tanpa mempertimbangkan dampak ekologis. Praktik ini menjadi pintu masuk utama penyebaran ikan sapu-sapu di berbagai sungai Indonesia.
Salah satu lokasi awal penyebaran yang tercatat adalah Sungai Ciliwung. Peneliti menemukan keberadaan ikan ini melalui lubang sarang yang digali di tebing sungai.
Lubang tersebut digunakan sebagai tempat bertelur dan dijaga oleh induk ikan hingga menetas. Pola reproduksi ini membuat populasinya berkembang cepat dalam waktu relatif singkat.
Seiring waktu, ikan sapu-sapu berkembang menjadi spesies invasif yang mendominasi ekosistem perairan. Kemampuannya bertahan di air tercemar membuatnya sulit disaingi oleh ikan lokal.
Dampak kehadirannya terlihat dari menurunnya jumlah spesies ikan asli di beberapa sungai. Di Ciliwung, jumlah jenis ikan dilaporkan menurun drastis dari ratusan menjadi puluhan jenis saja.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga mengancam kelangsungan hidup spesies lokal melalui persaingan makanan. Bahkan, konsumsi telur ikan lain turut mempercepat penurunan populasi ikan asli.
Meski memiliki potensi sebagai bahan pangan, ikan sapu-sapu tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Ikan yang hidup di perairan tercemar berisiko mengandung zat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penyebaran spesies invasif sering berawal dari aktivitas manusia. Tanpa pengelolaan yang tepat, dampaknya dapat merusak keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....