Barantin Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar Dorong Tembus Pasar Global

  • 22 Agt 2026 07:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor sejumlah komoditas unggulan asal Banten dengan total nilai mencapai Rp40,8 miliar
  • Prihal ini dalam kegiatan “Merdeka Ekspor Komoditas Unggulan Banten” yang digelar di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor sejumlah komoditas unggulan asal Banten dengan total nilai mencapai Rp40,8 miliar. Prihal ini dalam kegiatan “Merdeka Ekspor Komoditas Unggulan Banten” yang digelar di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta.

Komoditas yang dilepas meliputi sarang burung walet, manggis dan kepiting, dengan tujuan ekspor antara lain Tiongkok dan Taiwan. Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan komoditas hewan, ikan dan tumbuhan sekaligus mendorong semakin banyak produk lokal Banten menembus pasar internasional.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding mengatakan semangat Merdeka Ekspor harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk memperkuat perekonomian nasional. Tentu saja sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

“Semangat merdeka ekspor bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Pelayanan karantina yang cepat, akurat, profesional dan berstandar global menjadi bagian penting agar komoditas hayati Indonesia mampu menembus dan bersaing di pasar internasional,” ujarnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurut Karding, penguatan layanan karantina perlu berjalan beriringan dengan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pelaku usaha perlu memahami persyaratan negara tujuan sejak awal agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keamanan serta dapat diterima di pasar internasional.

“UMKM lokal perlu kita dampingi melalui klinik ekspor agar komoditas Banten memenuhi persyaratan kesehatan karantina negara tujuan. Dengan kesiapan yang baik, pelaku usaha akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, nilai ekspor terbesar berasal dari komoditas sarang burung walet yang secara akumulatif mencapai Rp38,7 miliar. Sementara itu, nilai ekspor komoditas kepiting mencapai Rp1,9 miliar dan manggis Rp200 juta.

Karding menuturkan angka tersebut menunjukkan bahwa komoditas hewan, ikan dan tumbuhan memiliki peluang besar. Hal itu untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi.

“Di balik nilai ekspor ini ada kerja keras petani, nelayan, pelaku usaha, eksportir, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin baik sehingga semakin banyak produk Indonesia yang mampu masuk dan bertahan di pasar global,” ucap Karding.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pengembangan UMKM berorientasi ekspor membutuhkan kolaborasi. Tentunya antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

“UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi Banten karena itu, kita harus terus mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga naik kelas dan mampu menembus pasar internasional. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Andra.

Sementara Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten, Duma Sari mengatakan Karantina Banten berkomitmen mendekatkan layanan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM yang ingin mengembangkan pasar ekspor. “Kami ingin layanan karantina semakin dekat dengan pelaku usaha," katanya.

Menurut Duma, pendampingan sejak awal menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memahami persyaratan teknis dan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan. “Kami berharap semakin banyak UMKM Banten yang berani melihat pasar global sebagai tujuan," ucapnya.

Selain pelepasan ekspor, kegiatan “Merdeka Ekspor” juga dirangkaikan dengan peresmian Kantor Pelayanan Satuan Pelayanan Soekarno-Hatta. Kehadiran kantor pelayanan tersebut diharapkan semakin memperkuat akses dan kualitas layanan karantina di salah satu simpul utama lalu lintas barang dan komoditas dari dan menuju Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....