Museum Nasional Rayakan 248 Tahun, Hadirkan Wajah Lebih Inklusif
- 24 Apr 2026 20:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Museum Nasional Indonesia merayakan HUT ke-248 sebagai momentum refleksi sekaligus menegaskan transformasi menjadi museum modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Pembaruan fasilitas dan program terus dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, mulai dari penataan akses, penambahan fasilitas ibadah, pameran edukatif, hingga pembangunan ruang literasi publik.
- Penguatan peran museum didukung kolaborasi lintas pihak dan peningkatan kualitas SDM, disertai rangkaian kegiatan publik untuk memeriahkan perayaan dan memperluas keterlibatan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Nasional Indonesia (MNI) memperingati hari jadinya yang ke-248 pada 24 April 2026. Momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjangnya sejak berdiri pada 1778 sebagai lembaga kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Batavia (Jakarta).
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin mengatakan bahwa usia museum ini tidak hanya menjadi simbol indentitas nasional. Tetapi juga terus bertransformasi sebagai ruang yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
"Transformasi tersebut diarahkan untuk menjadikan museum lebih modern, inklusif, serta adaptif. Terutama terhadap perkembangan zaman," ucapnya dalam Temu Media: HUT Museum Nasional Indonesia ke-248 Tahun, Museum Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 24 April 2026.
Ia menyampaikan berbagai pembaruan dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengunjung. Di antaranya penataan akses masuk melalui Hall Majapahit, dan penambahan fasilitas ibadah 'Masjid Samudera Pasai'.
Tidak hanya itu, pembukaan beragam pameran pun turut dihadirkan dalam upaya peningkatan pengetahuan sebagai media pembelajaran. Hingga pembangunan perpustakaan sebagai ruang literasi publik.
Lebih lanjut, perjalanan ini turut didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas budaya, hingga lembaga internasional. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam proses revitalisasi yang berkelanjutan.
"Tantangan ke depan adalah bagaimana museum dapat terus relevan di tengah perubahan zaman. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih terbuka, partisipatif, dan berbasis pengalaman menjadi kunci agar museum tetap hidup," ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM museum di Indonesia. Menurutnya, museum Indonesia, dengan koleksi dan latar belakang budaya yang begitu beragam, butuh standar pengelolaan tinggi.
"Museum kita harus bisa jadi pusat pengetahuan yang hidup. Dan itu semua berawal dari SDM yang kompeten," katanya.
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-248, MNI menghadirkan serangkaian program kegiatan menarik. Program ini dapat dinikmati publik, antara lain:
1. Jumat, 24 April 2026
- Pop Up Booth oleh On Going Project: All day - Hall Majapahit
- Pameran Numismatik & Pendar: 18.00 WIB-Gedung A, Lantai 2
- Yoga Night at the Museum: 18.30 WIB - Gedung B, Lantai Dasar
2. Sabtu, 25 April 2026
- Pop Up Booth oleh On Going Project: All day - Hall Majapahit.
- Pop Up Booth Konservasi: 09.00 WIB Hub Bridge, Hall Majapahit
- Kelas Tari Tradisional bersama Belantara Budaya Indonesia: 10.00 WIB - Gedung C, Lantai Basement
- Bersurat dari MNI: Hingga 1 Juni 2026-Gedung B, Di depan IHA Shop
- Lokakarya Celengan Cloy Pointing bersama Titiksatuproject: 13.30 & 15.30 WIB -Gedung B, Lantai Dasar
- Ruang Cerita bersama Aniwayang: 13.00 & 16.00 WIB Ruang Teater Museum Nasional Indonesia
3. Minggu, 26 April 2026
- Pop Up Booth oleh On Going Project: All day Hall Majapahit
- Bincang Sejarah Awal: Java Man, Jejak Indonesia dalam Peta Evolusi Dunia: 09.30 WIB - Ruang Teater Museum Nasional Indonesia
- Rakopi: 10.00 WIB - Kedai Kopi Ego Amote, Lantai Basement
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....