Kenaikan Tarif Museum Nasional Diiringi Peningkatan Fasilitas
- 04 Jan 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kenaikan tarif Museum Nasional Indonesia (MNI) menjadi Rp50.000 mulai 2026 disiapkan untuk peningkatan fasilitas dan pelayanan pengunjung. Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estianti Nurjadin mengatakan, kebijakan ini telah dikaji sejak 2025 dan diterapkan bertahap.
Indira menambahkan, jenaikan tarif sempat ditunda karena kesiapan fasilitas. Penyesuaian dilakukan seiring proses pembenahan ruang publik dan tata pamer museum.
“Memang kami sudah mempersiapkan kenaikan ini sejak Agustus 2025. Dikarenakan fasilitas belum siap, akhirnya dimundurkan ke Januari 2026,” kata Kepala Museum dan Cagar Budaya yang membawahi MNI, kepada PRO3 RRI, Minggu (4/1/2026).
Indira menyebut, kenaikan tarif tidak hanya untuk perbaikan fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kenyamanan pengunjung. Museum, kata dia, telah menambahkan layanan pendukung agar museum lebih ramah bagi keluarga dan rombongan pelajar.
“Ini bukan hanya perbaikan fasilitas, tetapi peningkatan pelayanan, kenyamanan, konservasi, dan perbaikan tata pamer,” ujarnya. Salah satu fasilitas terbaru adalah pemindahan pintu masuk ke Hall Majapahit dengan ruang tunggu berpendingin udara.
Ia menjelaskan, area tersebut disiapkan sebagai ruang publik non-tiket bagi pengunjung dan pendamping. “Ruang tunggunya seluas 1.500 meter persegi, ber-AC, dan bisa digunakan menunggu atau berkumpul sebelum masuk museum,” ucapnya.
Indira menambahkan, tarif khusus tetap berlaku bagi pelajar, mahasiswa, lansia, dan penerima bantuan sosial. Kebijakan ini diharapkan menjaga akses museum sebagai ruang publik.
Salah satu wisatawan, Amilia Sara Suciati menilai, kenaikan harga tiket Museum Nasional berpotensi menurunkan minat kunjungan masyarakat. Ia khawatir akses belajar sejarah menjadi kurang terjangkau bila tidak diimbangi peningkatan layanan.
“Menurut saya itu mahal sih, jujur ya. Saya takutnya malah daya minat masyarakatnya tuh jadi agak menurun gitu,” katanya.
Dalam hal ini, pengelola siap menerima masukan publik yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Harapannya, pengelolaan museum tetap seimbang antara keberlanjutan layanan dan fungsi edukasi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....