Penanganan Ikan Sapu-sapu Dinilai Mendesak, Mardani: Jangan Tergesa-gesa

  • 24 Apr 2026 14:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mardani Ali Sera menilai pengendalian ikan sapu-sapu bersifat mendesak, namun efektivitas jangka panjang belum pasti sehingga perlu dilakukan secara terukur dan tidak terburu-buru.
  • Pemerintah didukung melakukan pengendalian secara integratif, sementara Wali Kota Munjirin memastikan biota lain yang tertangkap akan dilepas kembali guna menjaga keseimbangan ekosistem waduk.
  • DPR mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti ITB, IPB, dan UGM untuk mencari solusi pemanfaatan ikan tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera mengatakan operasi pengendalian ikan sapu-sapu merupakan langkah yang mendesak. Meski demikian penanganan ini belum tentu efektif dalam jangka panjang.

Menurutnya, upaya pengendalian tetap perlu segera dilakukan, namun tidak dengan terburu-buru. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang terukur sambil melibatkan kalangan akademisi untuk mencari solusi yang lebih optimal.

"Efektif tidak, tapi urgen iya. Jadi penangkapan perlu segera dijalankan, tetapi dengan kecepatan yang sedang, tidak terburu-buru," ucapnya kepada RRI saat ditemui di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 24 April 2026.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengkaji pemanfaatan ikan sapu-sapu secara lebih maksimal. Diantaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, ia menyoroti dilema dalam penanganan ikan tersebut. Pemusnahan dinilai perlu karena pertumbuhannya cepat dan mengganggu ekosistem, namun diharapkan ada solusi pemanfaatannya.

Tidak hanya itu, ia menyatakan dukungannya terhadap langkah pengendalian ikan invasif yang dilakukan pemerintah. Namun, ia menekankan agar upaya tersebut dilakukan secara integratif dan tidak bersifat sporadis.

Menurutnya, penanganan ikan sapu-sapu saat ini sudah tergolong terlambat karena tingkat invasinya yang cukup tinggi. Ia mencontohkan kondisi perairan yang relatif kecil seperti waduk atau danau yang sudah dipenuhi ikan tersebut.

"Kita dukung langkah yang integratif, jangan sporadis. Memang ini sudah sangat terlambat karena invasinya cukup masif," kata Mardani.

Ia juga menyoroti potensi ancaman yang lebih besar apabila penyebaran ikan sapu-sapu tidak segera dikendalikan di ekosistem sungai. "Kalau di danau kecil saja sudah penuh, apalagi di ekosistem sungai kita, ini perlu penanganan serius," katanya, lagi.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menegaskan hewan perairan selain ikan sapu-sapu yang tertangkap akan dilepaskan kembali. Hal ini dilakukan demi menjaga keseimbangan ekosistem di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur.

"Hewan perairan selain ikan sapu-sapu kita lepas kembali. Agar tetap bisa hidup di waduk ini dan menjaga ekosistemnya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....