BRIN: Ledakan Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Jakarta
- 16 Apr 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Populasinya yang tinggi di perairan Jakarta mengancam ikan lokal karena mampu berkembang biak cepat dan menggeser spesies.
- Daging ikan sapu-sapu diduga mengandung logam berat, sehingga berisiko jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
- Pengendalian harus melalui kombinasi metode serta didukung aturan perdagangan ikan hias agar tidak dilepas ke perairan alami.
RRI.CO.ID, Jakarta - Populasi ikan sapu-sapu yang sangat banyak di perairan Jakarta tengah menjadi sorotan, karena keberadaannya disebut invasif merusak ekosistem. Demikian disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gema Wahyu Dewantoro.
Ia menjelaskan, ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif karena menggeser populasi ikan asli dan reproduksinya tinggi. Di sisi lain, ikan sapu-sapu juga bisa berbahaya bagi kesehatan karena mengandung logam berat.
"Dagingnya diduga mengandung logam berat. Sehingga dapat berdampak negatif apabila dikonsumsi dalam jangka panjang," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis, 16 April 2026.
Sementara itu, untuk memberantas ikan satu-satunya harus menggabungkan beberapa metode seperti pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis. Cara ini dilakukan karena kemampuan bertelur ikan sapu-sapu sangat tinggi.
"Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu. Mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis," ujar Pakar Ikan dan Konservasi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Charles PH Simanjuntak.
Lebih lanjut, dalam satu siklus, seekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dan dapat berkembang biak beberapa kali. Tingkat penetasannya, bahkan mencapai 90 persen.
Ia berharap, Pemerintah Provinsi Jakarta perlu mengeluarkan regulasi khusus perdagangan ikan karena saat ini. Ikan sapu-sapu banyak beredar di pasar ikan hias.
"Pemprov Jakarta perlu memperkuat regulasi perdagangan ikan hias. Dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke perairan alami, baik sengaja maupun tidak," ucapnya, menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....