Kemensos Jaring Pengamen Anak-anak di Jakarta Jadi Siswa Sekolah Rakyat
- 23 Apr 2026 07:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos mengungkapkan 29 dari 77 anak yang terjaring untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat di Jakarta bekerja di jalanan sebagai pengamen.
- Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah untuk membuka akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengungkapkan hasil penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat di Jakarta. Menurut dia, dari 77 anak yang terjaring, 29 di antaranya berprofesi sebagai pengamen.
Demikian disampaikan Gus Ipul, panggilan akrabnya, pada sebuah kegiatan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu 22 April 2026. “Mereka kami temukan di jalanan sedang mengamen untuk membantu orang tuanya bekerja,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, anak-anak usia sekolah itu ternyata belum bersekolah maupun telah putus sekolah. Tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan penjangkauan langsung ke lapangan dengan pendekatan proaktif.
Petugas mendatangi berbagai titik seperti perempatan jalan, pasar, dan lokasi lain yang kerap menjadi tempat anak-anak bekerja. “Kami melihat anak-anak yang semestinya bersekolah tetapi tidak,” katanya.
Gus Ipul mengatakan proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat memang tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Anak-anak tersebut dijaring melalui sistem penjangkauan untuk kemudian didata dan diverifikasi sebelum dikonfirmasi kepada orang tua atau wali.
“Kalau orang tuanya setuju, maka tentunya akan kami tindak lanjuti untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat,” ucapnya. Selain penjangkauan langsung, Kemensos juga memanfaatkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengidentifikasi anak-anak kategori rentan putus sekolah.
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah untuk membuka akses pendidikan. Khususnya, bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.
Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar siswa. Mulai dari tempat tinggal, makanan bergizi, hingga layanan kesehatan.
Mensos menambahkan program tersebut bertujuan agar anak-anak yang berisiko atau sudah putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan. “Ini bagian dari atensi Presiden Prabowo Subianto agar mereka bisa memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....