Mensos Apresiasi Pengembangan Sekolah Rakyat Sulteng

  • 21 Apr 2026 06:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf apresiasi pengembangan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tengah
  • Program dinilai berhasil, siswa lebih percaya diri dan optimis
  • Pembangunan sekolah permanen dilakukan di beberapa daerah seperti Palu dan Sigi
  • Target setiap kabupaten memiliki minimal satu Sekolah Rakyat
  • Penguatan DTSEN dilakukan untuk dukung program bansos dan pendidikan

RRI.CO.ID, Palu - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi dalam pengembangan Sekolah Rakyat. Program ini dinilai berjalan baik sejak tahap rintisan.

Apresiasi disampaikan usai dialog program prioritas Presiden di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin 20 April 2026. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah dan pilar sosial.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang gigih mengawal Sekolah Rakyat,” ucapnya. Ia mengatakan pelaksanaan Sekolah Rakyat selama dua semester menunjukkan hasil positif.

Siswa dinilai lebih percaya diri dan optimis. “Kita lihat mereka lebih optimis dan percaya diri,” katanya.

Menurutnya, program ini diharapkan mencetak generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045. Sekolah Rakyat juga ditujukan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat permanen dilakukan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Buol, dan Tojo Una-una.

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki minimal satu sekolah. Sementara di tingkat provinsi ditargetkan dua hingga empat sekolah sesuai kebutuhan.

Selain itu, Kemensos juga memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Pemutakhiran data dilakukan untuk mendukung program bantuan sosial.

“Kunci pemutakhiran adalah data dari daerah yang diverifikasi dan divalidasi,” ucapnya. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengatakan sejumlah daerah tengah menyiapkan lahan tambahan.

Usulan pembangunan akan diajukan setelah persiapan selesai. “Kami siapkan lahan, nanti akan kami usulkan untuk pembangunan berikutnya,” ucapnya.

Ia menambahkan Sekolah Rakyat ditargetkan menampung hingga seribu siswa. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....