Dulu Kerja di Bengkel, Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat

  • 19 Apr 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dulu Kerja di Bengkel, Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat
  • Sekolah Rakyat

RRI.CO.ID, Sragen – Di usia yang seharusnya diisi belajar, Hendi Saputro pernah bekerja di bengkel. Ia terpaksa menunda sekolah karena ayahnya terkena stroke.

Kini harapan Hendi kembali menyala melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen. Program ini membantunya melanjutkan pendidikan dan merancang masa depan.

Hendi berasal dari Plosorejo, Bendungan, Kedawung, Kabupaten Sragen. Ia berhenti sekolah setelah lulus SD karena kondisi keluarga memburuk.

Ibunya meninggal saat Hendi berusia sembilan tahun, meninggalkan beban keluarga. Ayahnya kemudian sakit stroke sehingga tidak mampu bekerja.

Keluarga bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas setiap hari. Neneknya mengumpulkan karet, sedangkan kakeknya menjaga makam.

Hendi mengatakan ia tidak bisa melanjutkan SMP setelah lulus SD. Ayahnya sakit stroke dan tidak mampu menafkahi keluarga.

Hendi memilih bekerja di bengkel untuk membantu ekonomi keluarga. Ia memperoleh sekitar Rp150.000 per pekan dari pekerjaannya.

Penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan adiknya. Termasuk untuk makan dan uang saku harian keluarga.

Kesempatan datang ketika Hendi diterima di Sekolah Rakyat. Ia kembali mengenakan seragam dan mulai belajar lagi.

Hendi menyebut fasilitas sekolah sangat lengkap dan gratis. Tas, laptop, dan perlengkapan belajar semuanya disediakan.

Kebutuhan makan juga terpenuhi setiap hari di sekolah. Ia mendapatkan makan tiga kali dan dua kali snack.

Sekolah Rakyat menjadi titik balik dalam kehidupan Hendi. Di sana ia kembali membangun mimpi yang sempat tertunda.

Hendi memiliki cita-cita bekerja di Jepang setelah lulus. Ia berharap bisa mengubah nasib keluarganya di masa depan.

Ia berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas program ini. Hendi juga mendoakan kesehatan Presiden yang menginisiasi program.

Kisah Hendi menunjukkan akses pendidikan terbuka bagi keluarga prasejahtera. Dari bengkel ia kembali ke ruang kelas membawa harapan baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....