Pemerintah Perluas Sekolah Rakyat, Targetkan 100 Ribu Siswa pada 2027
- 18 Apr 2026 21:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melalui Kementerian Sosial memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut penerima manfaat meningkat signifikan hingga melampaui 100 ribu siswa pada 2027.
- Saifullah menegaskan, program prioritas yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar anak-anak yang telah putus sekolah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Sosial memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut penerima manfaat meningkat signifikan hingga melampaui 100 ribu siswa pada 2027.
Ia mengatakan, pada tahun ini jumlah peserta ditargetkan menembus lebih dari 30 ribu siswa.
Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya.
Jika target tersebut terealisasi dan ditambah sekitar 15 ribu siswa dari tahun ajaran sebelumnya. Maka, total penerima manfaat pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 46 ribu siswa.
“Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Tahun ini target kita menembus 30 ribu siswa, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi lebih dari 100 ribu siswa,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu 18 April 2026.
Program jangka panjang ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka tercatat dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Saifullah menegaskan, program prioritas yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar anak-anak yang telah putus sekolah. Atau berisiko tinggi tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan bagi diri, keluarga, dan Indonesia. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan jalan perubahan melalui pendidikan terpadu,” katanya.
Untuk mendukung lonjakan jumlah siswa, pemerintah menyiapkan pembangunan gedung permanen di lebih dari 100 titik pada tahun ini. Target jangka panjangnya, setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen berkapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Kementerian Sosial juga memastikan proses penyaringan penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 telah mulai diselenggarakan. Ini seiring pembangunan gedung di berbagai daerah.
“Persiapan mulai Februari kita berproses untuk seleksi siswa baru, SD, SMP, SMA,” katanya.
Selain pendidikan formal berbasis learning management system (LMS), para siswa juga mendapatkan pembinaan karakter intensif melalui sistem berasrama.
“Hasilnya sudah mulai terlihat, anak-anak menjadi lebih percaya diri, memiliki minat dan tekad di bidang tertentu. Serta semakin sadar memanfaatkan kesempatan agar menjadi siswa berilmu, berkarakter, dan cerdas,” kata Saifullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....