Menko Pangan dan Kepala BGN Resmikan SPPG di Bekasi, Lokasi di Kampus Muhammadiyah
- 21 Apr 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- SPPG yang baru saja diresmikan di Bekasi berada di Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-ID) Kota Bekasi.
- BGN mendorong untuk universitas dan kampus terlibat aktiv dalam program MBG.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-ID) Kota Bekasi resmi beroperasi. SPPG ini menjadi salah satu SPPG yang berdiri di dalam kampus atau universitas di Indonesia.
SPPG UM-ID resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan. Serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Selasa, 21 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menegaskan, MBG bukan sekadar program memberi makanan. Lebih dari itu, MBG merupakan misi Indonesia merubah peradaban Indonesia dari sisi gizi dan Intelligence Quotient (IQ).
Menurutnya, program MBG sangat penting mengingat Indonesia saat ini tertinggal dari sejumlah negara yang tadinya ada di bawah Indonesia. Dan hal itu disebabkan salah satunya karena persoalan gizi.
Oleh karena itu kata dia, perlu sebuah kebijakan yang mendasar namun juga berskala besar seperti MBG. Nantinya MBG menargetkan sebanyak 82,9 juta lebih penerima manfaat.
"Tentu sungguh tidak mudah, 80 juta kalau negara lain butuh berapa puluh tahun. Kita kan baru satu tahun, itu ada kekurangan sana-sini yang terus kita sempurnakan," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin ada satupun persoalan karena hal itu menyangkut anak-anak Indonesia. Oleh karena itu pemerintah terus melakukan penyempurnaan dan perbaikan.
"Sudah ada seribu lebih SPPG atau dapur yang ditutup karena tidak sesuai dengan standar yang diberikan. Jadi sudah mulai melakukan langkah-langkah perbaikan yang lebih keras, penutupan itukan sudah paling keras artinya," katanya.
Ia juga menghimbau kepada sekolah-sekolah jika menemukan hal tidak sesuai dalam pelaksanaan MBG bisa menyampaikan keberatan kepada SPPG. Dan pihakmya menggaransi akan segera menindaklanjuti.
"Kalau di BGN ada call center kalau di Kemenko Pangan ada command center. Jadi kita akan cepat untuk menindaklanjuti, tapi jangan di medsos karena kita tidak bisa memonitor semuanya," katanya.
Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan sudah ada beberapa SPPG yang berdiri di dalam kampus atau universitas. Baik itu kampus atau universitas swasta maupun negeri.
Keberadaan SPPG di dalam kampus atau universitas kata dia juga bagian dari komitmen bersama BGN dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Serta sebagai bagian dari upaya membina masyarakat sekitar.
"Ini sangat bermanfaat untuk pengembangan keilmuan, tempat belajar siswa dan sekaligus tempat pemberdayaan masyarakat. Karena dengan kehadiran SPPG di kampus, kampus bisa membina petani, peternak, nelayan lokal sekitar kampus sehingga menjadi jaringan tersendiri," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....