Ketergantungan Pasokan Energi, Pemerintah Diingatkan Waspadai Jalur Ini
- 20 Apr 2026 09:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengingatkan, pemerintah mewaspadai ketergantungan pasokan energi dari luar negeri
- Indonesia memang telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, termasuk Rusia, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan
- Baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional yang terdampak
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengingatkan, pemerintah mewaspadai ketergantungan pasokan energi dari luar negeri. Terutama, dalam merespons jalur perdagangan internasional yang menuntut Indonesia harus memiliki langkah antisipasi.
Pernyataan tegas politikus Golkar ini, menyoroti keberhasilan pemerintah mendapatkan pasokan energi dari Rusia. Sekaligus, merespons penutupan kembali Selat Hormuz yang dilakukan Iran terkait pernyataan Amerika Serikat.
"Indonesia memang telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, termasuk Rusia, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan. Namun demikian, ketergantungan pada jalur perdagangan internasional tetap menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif," kata Dave saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Dave juga menyoroti, nasib dua kapal tanker Pertamina yang masih berada di kawasan Selat Hormuz. Ia mendorong, pemerintah melakukan segala upaya agar dua kapal tanker Pertamina bisa melintas aman di Selat Hormuz.
Karena, menurutnya, diplomasi bisa jadi kunci meredakan ketegangan di Timur Tengah. Penting bagi pemerintah segera melakukan diplomasi intensif.
"Baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional yang terdampak. Termasuk kapal-kapal Pertamina yang saat ini terjebak di jalur tersebut," ucap Dave.
Sebelumnya diberitakan, Iran menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali. Tepatnya, hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran.
Adapun Selat Hormuz sebelumnya sempat dibuka oleh Iran. Tetapi, kurang dari 24 jam kebijakan penutupan diberlakukan kembali.
Kemlu RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran, dan PT Pertamina International Shipping terus berkoordinasi. Yakni, demi kelancaran pelintasan dua kapal Indonesia di Selat Hormuz.
"Dapat kami sampaikan bahwa pemerintah terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz. Melalui koordinasi KBRI Tehran dan otoritas terkait," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Minggu, 19 April 2026.
Ia mengaku, terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan. Vahd juga berbicara soal evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran.
Vahd mengungkapkan, Kemlu siap memfasilitasi evakuasi mempertimbangkan situasi keamanan dan kebutuhan para WNI. "Terkait evakuasi WNI, KBRI Tehran juga terus jalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran untuk memastikan keselamatan mereka," ujar Vahd.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....