Pemerintah Sambut Dibukanya Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Kembali Stabil
- 19 Apr 2026 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah Indonesia menyambut positif dibukanya Selat Hormuz oleh Iran
- 2. Pasokan minyak mentah dunia akan lebih stabil
- 3. Pembukaan Selat Hormuz menjadi konsekwensi atas gencana senjata
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah Indonesia menyambut baik dibuka kembali rute pelayaran internasional Selat Hormuz. Pembukaan Selat Hormuz menjadi sinyal positif untuk prospek energi Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengatakan keputusan Iran membuka Selat Hormuz berdampak positif . Dampaknya tidak hanya bagi energi global tetapi bagi ketahanan energi Indonesia lebih stabil
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Anggia dalam keterangan resmi, seperti yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Minggu, 19 April 2026.
Anggia mengatakan pemerintah bergerak cepat menyiapkan skenario untuk antisipasi dampak dan gangguan pasokan global. Langkah antisipasi tersebut di antaranya mendorong pemanfaatan energi baru dari sumber daya alam (SDA) dalam negeri.
Anggia menjelaskan langkah mitigasi untuk memastikan pasokan energi terjaga dengan harga yang stabil hingga akhirnya Iran membuka jalur di Selat Hormuz. Ia menyebut tren harga minyak mentah dunia kembali turun pasca Selat Hormuz dibuka kembali untuk pelayaran internasional.
“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” ujarnya.
Pembukaan Selat Hormuz juga berdampak kepada kepastian dua kapal milik Pertamina yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro untuk kembali berlayar. Sebelumnya dua kapal tanker tersebut tertahan akibat otoritas Iran menutup Selat Hormuz.
“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” ujar Anggia.
Sementara itu, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita menjelaskan pihaknya terus memantau intensif. Pihaknya juga menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman agar kapal dapat melintasi Selat Hormuz.
“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik. Selanjutnya menyiapkan rencana kontingensi,” kata Vega.
Kepastian dibukanya kembali Selat Hormuz, disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Hal itu tersebut sejalan dengan dengan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon. Jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....