Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Komisi I: Rapuhnya Stabilitas Keamanan Timur Tengah
- 20 Apr 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi I DPR RI menyoroti, sikap Iran yang menutup kembali Selat Hormuz kurang dari 24 jam
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendorong, Kemlu RI memperkuat diplomasi dengan Iran
- Menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi I DPR RI menyoroti, sikap Iran yang menutup kembali Selat Hormuz kurang dari 24 jam. Alhasil, dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) kini masih belum jelas nasibnya di Selat Hormuz.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendorong, Kemlu RI memperkuat diplomasi dengan Iran. Jika Selat Hormuz terus ditutup, hal tersebut dinilainya semakin mengganggu pasokan energi global.
"Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran, hanya berselang 12 jam setelah sebelumnya dibuka. Menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah," kata politikus Golkar ini saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Jika pasokan energi global tersendat, Dave menegaskan, Indonesia merupakan salah saru negara paling terkena dampak. Karena, Indonesia masih bergantung impor BBM dan gas dari kawasan Timur Tengah.
"Situasi ini bukan hanya berdampak pada jalur perdagangan internasional. Tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia," ucap Dave.
Di satu sisi, Dave menyoroti, keberhasilan pemerintah mendapatkan pasokan energi dari Rusia atas kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, ia menilai, ketergantungan pasokan energi tersebut perlu diwaspadai.
"Indonesia memang telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, termasuk Rusia, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan. Namun demikian, ketergantungan pada jalur perdagangan internasional tetap menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif," ujar Dave.
Sebelumnya diberitakan, Iran menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali. Tepatnya, hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran.
Adapun Selat Hormuz sebelumnya sempat dibuka oleh Iran. Tetapi, kurang dari 24 jam kebijakan penutupan diberlakukan kembali.
Kemlu RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran, dan PT Pertamina International Shipping terus berkoordinasi. Yakni, demi kelancaran pelintasan dua kapal Indonesia di Selat Hormuz.
"Dapat kami sampaikan bahwa pemerintah terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz. Melalui koordinasi KBRI Tehran dan otoritas terkait," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Minggu, 19 April 2026.
Ia mengaku, terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan. Vahd juga berbicara soal evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran.
Vahd mengungkapkan, Kemlu siap memfasilitasi evakuasi mempertimbangkan situasi keamanan dan kebutuhan para WNI. "Terkait evakuasi WNI, KBRI Tehran juga terus jalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran untuk memastikan keselamatan mereka," ujar Vahd.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....