AS Tetap Blokade, Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz

  • 18 Apr 2026 14:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika blokade oleh Amerika Serikat terus berlanjut karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
  • Iran membuka kembali selat dengan syarat ketat, hanya untuk kapal komersial nonmiliter, tanpa keterkaitan dengan negara musuh, serta wajib mengikuti rute dan koordinasi dengan otoritas Iran.
  • Pernyataan Abbas Araghchi dan Donald Trump soal pembukaan selat bertentangan dengan kebijakan blokade AS yang masih berlangsung, sehingga memicu ketidakpastian global.

RRI.CO.ID, Teheran - Iran kembali mengancam akan menutup Selat Hormuz apabila blokade yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terus berlanjut. Teheran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.

Acaman ini dilaporkan kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC). Laporan tersebut mengutip sumber yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dilansir dari Iran International, 18 April 2026.

Sebelumnya, Iran sempat menyetujui pembukaan terbatas Selat Hormuz sebagai bagian dari rencana gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan. Dalam kesepakatan tersebut, Iran mengizinkan sejumlah kapal melintas setiap hari.

Namun, pengaturan itu kemudian ditangguhkan karena gencatan senjata tidak berjalan termasuk perang di Lebanon. Seiring dengan tercapainya gencatan senjata di Lebanon, Iran kembali membuka Selat Hormuz, meski dengan sejumlah ketentuan ketat.

Pemerintah Iran menetapkan tiga syarat utama bagi kapal yang ingin melintas, yakni harus bersifat komersial. Selain itu juga tidak memiliki keterkaitan dengan negara yang dianggap musuh oleh Iran, serta wajib mengikuti rute pelayaran yang telah ditentukan.

Syarat lainnya adalah kapal militer dilarang keras memasuki selat. Setiap pergerakan kapal juga harus dikoordinasikan dengan pasukan Iran yang bertugas mengatur lalu lintas di wilayah tersebut.

Dengan kondisi tersebut, situasi di Selat Hormuz masih diliputi ketidakpastian. Ketidakpastian tersebut terutama terkait keberlanjutan akses pelayaran internasional di salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menyebut Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka”. Presiden Donald Trump turut mengonfirmasi pembukaan tersebut dan bahkan mengklaim Iran tidak akan menutupnya kembali.

Namun, di sisi lain, Washington tetap mempertahankan blokade terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan baru. Kondisi ini menimbulkan kontradiksi dalam pernyataan kedua pihak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....