Menlu Iran Sebut Selat Hormuz Sepenuhnya Terbuka

  • 18 Apr 2026 14:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Selat Hormuz dibuka penuh oleh Iran untuk kapal komersial selama gencatan senjata Israel–Lebanon, namun hanya bagi kapal nonmiliter yang mendapat izin.
  • Harga minyak dunia langsung turun signifikan, dengan Brent jatuh di bawah 90 dolar AS per barel akibat meredanya ketegangan di kawasan.
  • Donald Trump mengonfirmasi pembukaan selat, tetapi tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan damai.

RRI.CO.ID, Teheran - Iran menyatakan Selat Hormuz "sepenuhnya terbuka" bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata Israel dan Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 18 April 2026.

Araghchi menegaskan bahwa jalur pelayaran akan mengikuti rute yang telah ditetapkan oleh otoritas maritim Iran. Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon menjadi latar kebijakan tersebut.

Di tengah perkembangan ini, pasar global merespons cepat dengan turunnya harga minyak dunia. Harga Brent jatuh ke bawah 90 dolar AS (Rp1,5 juta) per barel atau turun lebih dari 11 persen dalam sehari.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz kini terbuka penuh untuk aktivitas perdagangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai

Trump juga mengklaim bahwa Iran telah berjanji tidak akan lagi menutup selat tersebut di masa depan. Di sisi lain, Iran membatasi pelayaran hanya untuk kapal nonmiliter yang telah mendapat izin dari Garda Revolusi.

Kebijakan ini muncul setelah konflik berkepanjangan antara AS, Israel, dan Iran yang dimulai sejak 28 Februari. Sebelumnya, Iran sempat menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Blokade terhadap pelabuhan Iran diberlakukan oleh AS setelah upaya diplomasi sebelumnya gagal mencapai terobosan. Sementara itu, Trump juga menegaskan bahwa Israel dilarang melakukan serangan ke Lebanon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....