Kementan Dorong Investasi Susu, Peluang Peternak Terbuka

  • 18 Apr 2026 06:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebutuhan susu nasional masih tinggi, capai 8,5 juta ton pada 2029
  • Kementerian Pertanian dorong investasi peternakan sapi perah untuk tingkatkan produksi susu nasional
  • Proyek mega farm oleh PT Global Dairi Bersama dikembangkan di Brebes
  • Target 30.000 ekor sapi dengan produksi hingga 180.000 ton susu per tahun
  • Investasi buka peluang usaha dan tingkatkan kesejahteraan peternak

RRI.CO.ID, Semarang - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan investasi peternakan sapi perah di Jawa Tengah. Langkah ini untuk meningkatkan produksi susu nasional dan kesejahteraan peternak.

Investasi diarahkan pada pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi. Program ini diharapkan memenuhi kebutuhan susu dalam negeri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda menyampaikan hal tersebut. Investasi dinilai berdampak luas bagi ekonomi daerah.

“Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT Global Dairi Bersama diharapkan membawa dampak positif. Antara lain mendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Agung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis 16 April 2026.

Pemerintah memastikan dukungan konkret bagi peternak. Dukungan meliputi pembiayaan, lahan, infrastruktur, dan penyerapan hasil produksi.

Kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai 8,5 juta ton pada 2029. Produksi dalam negeri saat ini masih belum mencukupi.

Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan usaha peternak. Skala usaha dan produktivitas diharapkan terus meningkat.

Investasi dilakukan PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes. Pengembangan ditargetkan mencapai 30.000 ekor sapi perah.

Kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 180.000 ton susu per tahun. Proyek ini menjadi bagian penguatan industri susu nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap investasi. Pemerintah daerah diminta mempercepat proses di lapangan.

“Sebagai Gubernur, saya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investasi ini. Kita harus bergerak cepat,” kata Luthfi.

Ia menargetkan produksi dapat tercapai paling lambat 2027. Groundbreaking diharapkan bisa dilakukan pada Mei.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas investasi tersebut. Ia menilai dampaknya besar bagi ekonomi daerah.

“Investasi ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Brebes. Terutama dalam meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ucapnya.

CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri menjelaskan konsep investasi. Proyek ini dirancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi.

“Pengembangan ini mencakup lahan sekitar 710 hektare. Kapasitas produksi ditargetkan 180 ribu ton per tahun,” ucapnya.

Investasi ini juga mendorong keberlanjutan lingkungan. Limbah ternak dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Pengembangan hijauan pakan ternak mencapai 2.000 hektare per tahun. Program ini memberdayakan sekitar 5.000 petani.

Selain itu, penggemukan pejantan sapi perah mencapai 7.000 ekor per tahun. Program ini melibatkan sekitar 8.000 peternak.

Pemerintah menyatakan program ini bagian dari Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional. Program ini melibatkan lintas kementerian dan daerah.

Langkah ini membuka peluang usaha bagi peternak. Kepastian pasar dan produksi diharapkan semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....