Panglima Sebut Penugasan Pasukan TNI di Lebanon Berakhir Mei 2026

  • 16 Apr 2026 15:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Panglima TNI Agus Subiyanto memastikan masa penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon segera berakhir dan dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Mei 2026.
  • Agus mengatakan prajurit yang terluka tengah diproses untuk segera dipulangkan ke Indonesia.
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah merilis hasil penyelidikan awal terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon.

RRI.CO.ID, Jakarta - Panglima TNI Agus Subiyanto memastikan masa penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon segera berakhir. Seluruh personel dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Mei 2026.

Agus menegaskan masa tugas pasukan TNI dalam misi UNIFIL telah memasuki tahap akhir. “Mei, Mei memang sudah habis,” kata Agus saat ditemui awak media usai menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional di Jakarta, Rabu, 15 April 2026

Ia juga mengungkap kondisi prajurit yang sebelumnya mengalami luka saat menjalankan tugas di wilayah tersebut. “Ada yang sudah membaik,” ujarnya.

Agus mengatakan prajurit yang terluka tengah diproses untuk segera dipulangkan ke Indonesia. Ia menyebut salah satu prajurit bahkan sedang dalam proses pencarian tiket untuk pemulangan.

"Alhamdulillah segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan. Yang satu orang ya, ini sudah sedang cari tiketnya untuk kembali,” ujar Agus.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil penyelidikan awal terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Temuan tersebut mengungkap adanya insiden berbeda yang menyebabkan korban jiwa.

Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric menyatakan satu prajurit gugur akibat proyektil tank. Proyektil tersebut disebut berasal dari tembakan tank militer Israel ke wilayah Lebanon.

Ia menambahkan dua prajurit lainnya gugur akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device. Berdasarkan analisis awal, perangkat tersebut diduga dipasang oleh kelompok Hizbullah di lokasi kejadian.

"Terkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak. Serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama," kata Stephane dalam jumpa pers, Rabu, 8 April 2026.

"Ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire). Investigasi menilai, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....