Seskab Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Prajurit dari UNIFIL
- 11 Apr 2026 14:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah Indonesia tidak akan menarik pasukan perdamaian PBB dari Lebanon kendati tiga prajurit TNI gugur
- 2. Prajurit TNI gugur akibat tembakan tank milik Israel
- 3. Pemerintah Indonesia mengutuk serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah memastikan tidak ada rencana untuk menarik prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Diketahui, pasukan TNI tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, prajurit TNI tetap bertugas untuk menjalankan misi perdamaian kendati terjadi gejolak di Timur Tengah. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala baik ke dalam maupun ke luar.
“Oh, tidak ada untuk ke situ. Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar,” kata Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Maret 2026.
Menurutnya, penempatan prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL selalu dilaporkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Menlu Sugiono. Ia mengatakan, pengiriman prajurit TNI dalam pasukan perdamaian PBB merupakan perintah dari Undang-Undang Dasar Negara RI 1945
“Saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat, menertibkan menyampaikan dunia. Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada seperti itu,” ujarnya.
Seperti diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) gugur di Lebanon akibat serangan dari Israel. Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang mengungkap hasil investigasi awal dari United Nations Department of Peace Operation (UNDPO). UNDPO melaporkan hasil investigasi awal penyebab kematian karena tembakan dari tank Israel.
“Berdasarkan temuan awal salah satu insidennya melibatkan tembakan tank dari militer Israel. Indonesia mengutuk keras serangan Israel tersebut yang telah menewaskan personel Indonesia yang sedang menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian PBB,” kata Yvonne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....