PBB Laporkan Hasil Investigasi Awal Penyebab Kematian Personel UNIFIL RI
- 08 Apr 2026 15:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah melaporkan hasil investigasi awal penyebab tewasnya tiga personel RI UNIFIL di Lebanon Selatan.
- Hasil investigasi awal UNDPO menyebut, insiden melibatkan tembakan tank militer Israel menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL.
- Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel penjaga perdamaian PBB.
RRI.CO.ID, Jakarta - United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah melaporkan hasil investigasi awal penyebab kematian tiga personel RI UNIFIL di Lebanon Selatan. Sebelumnya, satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026.
Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. Dua personel Garuda di UNIFIL lainnya kembali gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan, Senin, 30 Maret 2026.
“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh. Serta, mendesak semua pihak terkait dapat menyelidiki, mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas dan kejahatan yang terjadi terhadap personel pemerihara perdamaian,” kata Plt Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kemlu RI Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam konferensi pers, Rabu, 8 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Veronika menyebut, Indonesia mendukung agar UNIFIL menyampaikan protes secara resmi kepada para pihak yang terkait berdasarkan hasil investigasi awal. Sedangkan, apabila hasil investigasi penuh mengkonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk keras terhadap Israel.
“Yaitu, atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI yang bertugas sebagai personel pemerihara perdamaian. Serta, menegaskan tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” ucapnya menambahkan.
Hasil investigasi awal UNDPO menyebut, insiden melibatkan tembakan tank militer Israel menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL. Kata Juru Bicara Yvonne Mewengkang dalam kesempatan yang sama.
“Yang sudah dilaporkan oleh Jubir PBB soal hasil investigasi awal itu berdasarkan temuan awal salah satu insidennya melibatkan tembakan tank dari militer Israel. Tentunya, Indonesia mengutuk keras serangan Israel tersebut yang telah menewaskan personel Indonesia yang sedang menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian PBB,” ujar Yvonne menekankan.
Yvonne menekankan, Indonesia juga mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh atas ledakan Jumat, 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon Selatan. Insiden ini kembali melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas pada UNIFIL.
“Intinya kita terus mendesak investigasi ini secara menyeluruh dan transparan. Kita akan terus mengambil langkah-langkah pengamanan untuk terus menjamin safety security peacekeepers kita,” ucapnya.
Indonesia menilai serangan terhadap personel penjaga perdamaian RI yang tengah bertugas di UNIFIL, tidak terlepas dari memburuknya situasi di Lebanon. Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel penjaga perdamaian PBB.
Serta melemahkan pelaksanaan mandat dari UNIFIL sebagaimana yang sudah diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Resolusi yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 ini bertujuan mengakhiri Perang Lebanon 2006 antara Israel dan Hizbullah.
“Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon Selatan termasuk pernyataan mengenai mempertahankan keberadaan di wilayah tersebut. Berisiko semakin membuat destabilisasi situasi dan akan terus membahayakan para personel pemerihara perdamaian,” ujar Veronica menekankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....