Ketum MUI Ingatkan Ormas Islam Jaga Ucapan dan Tindakan untuk Stabilitas Nasional

  • 16 Apr 2026 13:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) Indonesia Anwar Iskandar mengajak organisasi kemasyarakatan Islam menjaga stabilitas nasional.
  • Ia menekankan pentingnya menjaga ucapan dan tindakan agar tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
  • Para pemimpin ormas memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat luas, maka setiap sikap dan pernyataan perlu disampaikan dengan penuh kehati-hatian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) Indonesia Anwar Iskandar mengajak organisasi kemasyarakatan Islam menjaga stabilitas nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga ucapan dan tindakan agar tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Anwar menilai situasi kondusif sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan nasional. Ia menyebut pemerintah tengah berupaya mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan sejahtera.

“Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi yang memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang. Membangun dengan baik dan membangun dengan konstruktif, itu yang dibutuhkan,” kata Anwar saat menyampaikan sambutan dalam Silaturahmi Nasional di Jakarta, Rabu, 15 April 2026 malam.

Ia juga mengingatkan bahwa para pemimpin ormas memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat luas. Karena itu, setiap sikap dan pernyataan perlu disampaikan dengan penuh kehati-hatian.

Menurutnya, peran tokoh masyarakat diibaratkan seperti pengemudi kendaraan yang membawa banyak penumpang. Kesalahan kecil dapat berdampak luas terhadap banyak pihak.

“Kita harus hati-hati, ibarat sopir kita ini sopir bus, bukan sopir pembalap. Kalau pembalap nyopir kendaraan kencang banget, nabrak, yang mati ya dia sendiri," ucapnya.

"Tapi kalau sopir bus, kalau ada kecelakaan, yang susah bukan hanya sopir. Penumpangnya juga ikut susah,” ujar Anwar.

Ia turut menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam setiap ucapan, tindakan, dan keputusan yang diambil. Hal ini dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Karena itu dibutuhkan satu kearifan dan kebijakan kita semuanya seperti yang ditaujihatkan tadi. Itu bisa menjaga agar apa yang kita ucapkan, lakukan, putuskan itu tidak akan menimbulkan kegaduhan di mana-mana,” ujar Anwar.

Menteri Agama, Nassarudin Umar juga menegaskan peran organisasi masyarakat (ormas) keagamaan tidak hanya menjadi penjaga nilai moral. Namun juga sebagai penggerak solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Dalam banyak situasi, ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Kontribusi ini mungkin tidak selalu tercatat di dalam statistik, tetapi jejaknya terasa di dalam ketahanan sosial bangsa ini," ucap Menag.

Ia menjelaskan, organisasi keagamaan memiliki karakter kuat karena kedekatannya dengan masyarakat. "Mereka dipercaya dekat dengan masyarakat, dan mampu menjangkau hingga ke lapisan yang paling bawah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....