MUI Keluarkan Taujihat Bersama 10 Ormas Islam, Serukan Perdamaian di Timur Tengah

  • 16 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MUI keluarkan 10 poin taujihat dorong persatuan umat dan perdamaian dunia.
  • Menag tekankan peran MUI sebagai perekat umat dan kekuatan moral bangsa.Menag tekankan peran MUI sebagai perekat umat dan kekuatan moral bangsa.
  • Ketua MPR soroti konflik Timur Tengah dan dorong taujihat jadi gerakan nyata.

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin taujihat bersama sepuluh organisasi masyarakat (ormas) Islam pendiri MUI. Seruan ini menekankan pentingnya persatuan umat untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian khususnya di Timur Tengah.

Pembacaan taujihat dipandu oleh Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan. Kemudian poin-poin taujihat dibacakan oleh perwakilan ormas Islam secara bergantian.

Sepuluh ormas pendiri MUI adalah Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Al Washliyah. Kemudian Mathlaul Anwar, Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI), PTDI, Dewan Masjid Indonesia, dan Al Ittihadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai peran MUI sangat penting dalam menjaga keseimbangan di tengah dinamika global. Ia menyebut MUI menjadi rujukan yang meneduhkan di tengah perbedaan dan disrupsi informasi.

“Pemerintah memandang Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya sebagai mitra strategis yang tidak tergantikan. Karena itu harapan kita semuanya ke depan, sederhana namun mendasar, yaitu agar ormas tetap menjadi perekat umat," ucap Nassarudin dalam acara Silaturahmi Nasional di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Menag juga menyampaikan agar MUI tetap menjadi penyejuk di tengah perbedaan. Ia berharap kedepan MUI tetap menjadi wadah kekuatan moral di dalam kehidupan berbangsa.

Menanggapi poin pedamaian dalam taujihat MUI tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti kondisi global yang diliputi konflik. Ia menilai situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut memicu kekhawatiran akan potensi perpecahan di dunia Islam.

“Ketika peperangan di Timur Tengah terus berkecamuk, kita semua galau, kita resah, bahkan kita takut terhadap bayang-bayang kita sendiri. Ancaman perpecahan di kalangan negara-negara Arab, terhadap negara-negara kawasan Teluk Persia, bahkan ancaman di antara negara-negara Islam di depan mata,” ujar Muzani.

Menurutnya, sepuluh poin taujihat yang disampaikan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan umat. Ia berharap pesan tersebut tidak hanya berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi gerakan nyata.

“10 Poin Taujihat yang baru saja dikumandangkan adalah bagian dari semangat Hijaz, Komite Hijaz kedua. Saya berharap 10 poin taujihat tidak berhenti di forum dan ditepuktangani saja, tapi menjadi inspirasi penggerak perdamaian dunia," kata Muzani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....