DPR Dorong Reformasi Polri lewat Penguatan Pendidikan dan Pemanfaatan Teknologi
- 13 Apr 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DPR dorong percepatan reformasi Polri melalui penguatan pendidikan
- Habiburokhman tekankan kurikulum, HAM, dan teknologi jadi fokus utama
- Pendidikan kepolisian dinilai jadi fondasi SDM Polri yang profesional
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendorong percepatan reformasi Polri melalui penguatan pendidikan dan pemanfaatan teknologi. Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar UNIPOL di STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, reformasi Polri harus dilakukan secara menyeluruh untuk menjawab tantangan zaman. Penguatan kurikulum dan pendidikan hak asasi manusia dinilai menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
"Kita mendorong percepatan reformasi Polri. Termasuk perbaikan kurikulum pendidikan dan penguatan pendidikan hak asasi manusia serta pemanfaatan teknologi," ujarnya.
Ia juga menegaskan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai bagian dari kebijakan konstitusional. Menurutnya, hal tersebut menjadi dasar penting dalam arah reformasi kelembagaan Polri.
"Polri tetap di bawah Presiden langsung. Ini sikap tegas DPR berdasarkan konstitusi dan TAP MPR," katanya.
Habiburokhman turut menyoroti fenomena keterbukaan informasi di era digital yang semakin berkembang. Ia menilai respons cepat aparat menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.
"Fenomena itu wajar di era teknologi. Yang penting, ketika ada ketidakadilan yang viral, aparat merespons dan mencari solusi," ujarnya.
Ia menambahkan keterbukaan menjadi faktor utama dalam menjaga legitimasi institusi penegak hukum. Kepercayaan publik dinilai akan tetap terjaga selama transparansi dijalankan.
"Sejelek apa pun yang terjadi, kalau terbuka rakyat masih bisa memberi ruang kepercayaan. Senjata kita satu-satunya adalah keterbukaan," katanya.
Dosen Kepolisian Utama TK I STIK Lemdiklat Polri Chryshnanda Dwilaksana menegaskan pendidikan menjadi fondasi masa depan Polri. Menurutnya, kualitas pendidikan akan menentukan arah profesionalisme dan peradaban institusi kepolisian.
"Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Dalam negara yang beradab, supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci," ujarnya.
Ia menilai pengembangan ilmu kepolisian harus bersifat lintas disiplin dan adaptif terhadap perubahan zaman. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan personel yang profesional, cerdas, dan berintegritas.
"Pada pendidikanlah tergantung masa depan Polri. Polisi harus profesional berbasis ilmu kepolisian, cerdas, bermoral, dan modern agar mampu satu langkah lebih maju dari perubahan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pemolisian di era digital. Menurutnya, pendekatan kepolisian perlu berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
"Pemolisian di era digital harus berkembang menjadi electronic policing dan forensic policing. Polisi harus menjadi penjaga kehidupan, membangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan," ujarnya.
Seminar UNIPOL di STIK Lemdiklat Polri menjadi forum strategis untuk memperkuat arah pendidikan kepolisian. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi penguatan SDM Polri di masa depan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....