Investor Nilai Indonesia Berpeluang Besar Kembangkan Investasi Teknologi

  • 13 Apr 2026 17:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal Beijing Security and Protection Industry Association, Shuai Yonghong
  • Yonghong mengungkapkan fokus investasi yang ditawarkan berkaitan dengan sektor keamanan berbasis teknologi.
  • Pemerintah menegaskan pentingnya sinergi antara investor asing dan pelaku usaha lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Beijing Security and Protection Industry Association, Shuai Yonghong menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan investasi di sektor teknologi. Ia mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang menarik bagi investor global termasuk Tiongkok.

“Kami berpikir bahwa Indonesia sekarang berada di fase berkembang dan perusahaan di China juga sangat ingin berada di Indonesia. Di sini akan ada banyak kesempatan yang cocok untuk kita berkembang dan kita berharap bisa berkembang di sini,” ujar Yonghong kepada RRI usai forum bisnis dan investasi di Gedung RRI, Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, minat tersebut tidak lepas dari potensi pasar dan kebutuhan pengembangan teknologi di Indonesia. Ia menilai kerja sama dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Yonghong mengungkapkan fokus investasi yang ditawarkan berkaitan dengan sektor keamanan berbasis teknologi. Pengembangan infrastruktur kota pintar menjadi salah satu bidang yang menjadi perhatian utama.

“Kami fokus pada perniagaan terutama untuk menjalankan pekerjaan dalam bidang keamanan, misalnya pembinaan smart city. Tentunya yang berkaitan dengan pembinaan kota, untuk memberikan perlindungan keamanan," ujarnya.

"Jadi proposal kami mengenai cyber security di project-project yang mungkin data center,” katanya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya merupakan organisasi yang menghimpun berbagai pihak untuk mendorong investasi bersama.

“Sebenarnya kami adalah sebuah organisasi masyarakat, saya menggabungkan orang-orang dari organisasi masyarakat saya untuk datang ke sini untuk berinvestasi. Tetapi ini bukan perusahaan pribadi saya, kami bukan sebuah perusahaan, kami sebuah organisasi,” ucapnya.

Yonghong juga menyambut positif respons Indonesia terhadap kehadiran investor asing dalam forum tersebut. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat berlanjut ke tahap kerja sama konkret.

Sementara itu, pemerintah menegaskan pentingnya sinergi antara investor asing dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi nasional.

“Pengusaha lokal jangan takut persaingan dengan pengusaha asing. Karena ada juga yang bisa saling bermitra, berkomunikasi, dan juga ada peluang-peluang lain,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam, Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan.

Ia mencontohkan investasi besar seperti pengembangan kendaraan listrik yang dapat menciptakan efek berantai bagi sektor lain. Dampak tersebut mencakup peningkatan lapangan kerja hingga efisiensi energi nasional.

“Seperti BYD dengan membangun mobil listrik, itu kan ada perangkat-perangkat lain yang juga berjalan dari sini. Di samping tenaga kerja, termasuk energi dengan mobil listrik, mengurangi penghematan dari subsidi,” kata Desman.

Menurutnya, investasi berskala besar akan mendorong perputaran ekonomi yang signifikan di dalam negeri. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang kuat juga akan berdampak pada peningkatan stabilitas keamanan.

“Tentu ini kan sangat berkaitan, dan juga modal besar, investasi kan nggak kecil, jadi perputaran uang secara ekonomi. Kalau ekonomi sudah baik, tentu keamanan pun akan berujung,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....