Harga Avtur Naik, Pengamat Minta Maskapai Jaga Rute Wisata Tetap Aman
- 09 Apr 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Asparnas menekankan pentingnya menjaga rute ke Bali, Lombok, dan Labuan Bajo, terutama jelang high season, agar tidak terjadi kekosongan penerbangan.
- Pengurangan rute atau fasilitas diperbolehkan, namun pemerintah dan maskapai harus memastikan akses penerbangan tetap tersedia di daerah strategis.
- Lonjakan harga avtur global mendorong potensi kenaikan tiket, sehingga pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus kelancaran mobilitas ekonomi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Asparnas, Harry Basuki Tjahaja Purnama, menekankan pentingnya menjaga penerbangan ke destinasi wisata utama. Lonjakan harga avtur membuat koordinasi antara pemerintah dan maskapai menjadi kunci kelancaran perjalanan wisatawan.
Ia mengatakan, beberapa maskapai mungkin melakukan pengurangan rute atau pembatasan bagasi untuk efisiensi. Namun, ia mengingatkan pemerintah dan pelaku industri agar tidak sampai menimbulkan kekosongan penerbangan di daerah strategis.
"Saya rasa itu kepentingan dua belah pihak, pemerintah harus memastikan ada penerbangan. Tapi airline juga tidak mungkin memberhentikan penerbangan kalau penumpangnya banyak," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 9 April 2026.
Ia menekankan, pengurangan rute tidak boleh berdampak pada kota-kota tujuan wisata populer seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo. Terutama menjelang high season pada bulan Juli mendatang.
Ia juga tidak menyarankan pengalihan wisatawan ke moda transportasi lain. Karena kenaikan harga minyak global sudah sangat tinggi, hingga 35–70 persen.
Pemerintah dinilai telah memberikan respons tepat melalui insentif 11 persen untuk meringankan biaya operasional maskapai. "Kami justru meminta pelaku maskapai supaya jangan sampai ada cut off daerah, terutama destinasi pariwisata yang ramai," ucapnya.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, lonjakan harga avtur global tidak dapat dihindari. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong potensi kenaikan tarif penerbangan.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa harga avtur dunia memang naik. Bahkan kalau kita mendetailkan dengan angka-angka atau persentase, naiknya itu kan cukup signifikan," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah berupaya mencari keseimbangan antara mekanisme harga energi dunia. Khuausnya dengan perlindungan terhadap daya beli masyarakat serta kelancaran mobilitas tinggi.
Ia mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat yang terlalu tinggi berpotensi menekan aktivitas ekonomi. Karena berpengaruh terhadap pergerakan masyarakat dan distribusi ekonomi antarwilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....