Harga Tiket Pesawat Naik, Begini Cara Wisatawan Dapatkan Perjalanan Murah

  • 09 Apr 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mayoritas pelancong sudah merencanakan perjalanan hingga tiga bulan sebelumnya, sehingga lonjakan harga tiket, termasuk akibat kenaikan avtur, tidak signifikan memengaruhi minat liburan.
  • Pembelian tiket mendadak bisa sangat mahal, contohnya wisatawan Eropa yang biasanya membayar Rp 12–13 juta tiket pulang-pergi ke Bali kini bisa mencapai Rp 30 juta.
  • Pemerintah memberikan subsidi dan insentif bagi maskapai, sementara Garuda Indonesia menyesuaikan harga tiket secara proporsional sesuai kebijakan KM 83 Tahun 2026, untuk menjaga keberlangsungan layanan dan industri penerbangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Lonjakan harga tiket pesawat, baik domestik maupun internasional, tidak membuat wisatawan gentar. Wakil Ketua Asparnas, Harry Basuki Tjahaja Purnama mengatakan banyak pelancong sudah merencanakan perjalanan hingga tiga bulan sebelumnya.

"Kalau kita lihat rata-rata mungkin sekitar 3 bulan. Dengan adanya kenaikan avtur dan harga tiket yang luar biasa, masyarakat sudah menyiapkan perjalanan jauh-jauh hari," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 9 April 2026.

Meski demikian, ia menjelaskan pembelian tiket last minute bisa sangat mahal. Contohnya, wisatawan Eropa biasanya bayar Rp12–13 juta tiket pulang-pergi ke Bali, kini bisa Rp 30 juta.

Sementara itu, ia juga menyoroti langkah pemerintah yang cepat memberikan subsidi dan insentif bagi maskapai. Berbeda dengan banyak negara lain yang membiarkan harga tiket melonjak tanpa kontrol.

"Kalau di Indonesia pemerintahnya saya pikir saya apresiasi karena cukup tanggap dalam urusan hal ini. Jadi mereka memberikan subsidi," ujarnya.

Menurutnya, strategi ini diyakini menjaga minat wisatawan tetap tinggi sekaligus menopang industri penerbangan di tengah kenaikan biaya operasional. Selain itu, langkah pemerintah melalui subsidi dan insentif dianggap efektif menjaga keterjangkauan harga tiket.

Di sisi lain, Maskapai Garuda Indonesia akan memulai penyesuaian harga tiket penerbangan. Menyusul kebijakan pemerintah yang menetapkan kenaikan pada rentang 9-13 persen.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Glenny Kairupan mengatakan Garuda Indonesia akan memastikan keberlangsungan layanan penerbangan tetap terjaga. Hal ini sejalan dengan implementasi dukungan kebijakan Pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026.

"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....