Wayan Koster Buka Suara imbas Peningkatan Kasus Kejahatan di Bali

  • 08 Apr 2026 14:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kondisi keamanan tetap terkendali meski ada peringatan perjalanan dari Kedubes Korea Selatan terkait peningkatan kejahatan.
  • Polda Bali disebut telah menangani kasus-kasus kriminal yang menargetkan warga asing, sementara pemerintah daerah optimistis situasi akan kembali membaik.
  • Meski ada travel warning, dampaknya terhadap kunjungan wisatawan Korea Selatan dinilai tidak signifikan, walau terjadi sedikit penurunan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Bali, Wayan Koster, menanggapi peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Korea Selatan. Peringatan tersebut menyebutkan alasan peningkatan kasus kejahatan di Bali.

Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan pulau dewata tetap terkendali dan pihak kepolisian telah mengambil tindakan yang diperlukan. "Aman, kan sudah ditangani oleh Polda," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 8 April 2026.

Ia memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai peringatan tersebut. Ia meyakini bahwa situasi keamanan di Bali akan membaik di kemudian hari.

Menurutnya, pemerintah negara asal wisatawan memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan bagi warganya. "Sudah itu biarkan saja dulu travel warning nanti kan situasi baik akan balik sendiri," ujarnya, menambahkan.

Meskipun demikian, ia mengakui adanya sedikit penurunan jumlah wisatawan yang berasal dari Korea Selatan. Namun, penurunan tersebut dinilai tidak signifikan.

Pihak Kedutaan Besar Korea Selatan sebelumnya mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di Bali. Imbauan ini muncul setelah adanya lonjakan kasus kejahatan dan kriminalitas yang menargetkan warga asing di pulau tersebut.

Kedutaan Besar Korea Selatan secara spesifik menyebutkan beberapa jenis kejahatan, termasuk pelecehan seksual dan penculikan. Disebutkan pula bahwa korban pelecehan seksual melibatkan wanita asal China dan Australia oleh pelaku teridentifikasi sebagai pengemudi ojol.

Kasus lain yang menjadi sorotan adalah pembunuhan disertai mutilasi yang menimpa warga Ukraina, serta penganiayaan berat terhadap warga Belanda. Lokasi kejadian kriminal tersebut disebutkan secara detail, meliputi area Nusa Dua, Kuta, dan Canggu.

Peringatan keamanan itu dirilis melalui laman resmi kedutaan pada Rabu, 1 April 2026 lalu. Judul peringatan tersebut adalah 'Peringatan Keamanan tentang Pencegahan Kejahatan Serius'.

"Karena kejahatan serius yang menargetkan warga asing baru-baru ini meningkat di daerah wisata terkenal. Yaitu seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu di wilayah Bali, kami meminta warga yang mengunjungi Bali untuk memperhatikan keselamatan," tulis Kedubes Korea Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....