Jaga Kualitas MBG, DPR Dukung Penghentian sementara SPPG Langgar Keamanan Pangan
- 06 Apr 2026 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mendukung, langkah BGN yang menghentikan sementara operasional SPPG bermasalah
- Politikus PKS ini menyayangkan, masih terdapat SPPG yang belum memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi
- Langkah korektif ini bagian dari penjaminan mutu program yang menyasar masyarakat luas
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mendukung, langkah BGN yang menghentikan sementara operasional SPPG bermasalah. Langkah ini, dinilai penting untuk menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Politikus PKS ini menyayangkan, masih terdapat SPPG yang belum memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi. Indikasi pelanggaran tersebut, meliputi dugaan keracunan serta lemahnya higiene menu MBG di lapangan.
“Langkah korektif ini bagian dari penjaminan mutu program yang menyasar masyarakat luas. Penting menjaga keamanan pangan terutama bagi anak-anak penerima manfaat," kata Netty dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Netty menilai, fokus pada Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi sangat krusial. Karena, standar tersebut menjadi acuan utama dalam menjamin layanan tetap aman dan berkualitas.
“Selain penindakan, perlu pembinaan agar pelaksana mampu memenuhi standar secara berkelanjutan. Pentingnya pendampingan teknis bagi operator program di daerah," ucapnya.
Kemudian, Netty juga mengingatkan, pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG. Transparansi dan respons cepat dinilai menjadi kunci menghadapi isu keamanan pangan.
“Keamanan makanan sangat sensitif, sehingga informasi harus terbuka dan respons harus cepat. Komunikasi publik harus diperkuat untuk meredam kekhawatiran masyarakat," ujarnya.
Ia mengapresiasi penurunan jumlah SPPG bermasalah dalam beberapa pekan terakhir. Tren ini menunjukkan adanya perbaikan dalam implementasi di lapangan.
“Perbaikan ini harus dijaga agar manfaat program benar-benar optimal. Kualitas layanan harus terus dijaga agar terus meningkat secara konsisten," katanya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 72 orang siswa dari empat sekolah diduga keracunan spageti menu MBG di Pondok Kelapa. Puluhan siswa tersebut, saat ini tengah dirawat di tiga rumah sakit rujukan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek penanganan para korban di RSKD Duren Sawit, Jaktim. "Seperti kita ketahui bersama, ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa Dua," ucap Pramono di Duren Sawit, Sabtu, 4 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....