Kasus Keracunan MBG Pondok Kelapa, DPR Tegaskan SPPG Lalai Layak Ditutup Permanen
- 05 Apr 2026 12:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi IX DPR RI menegaskan, SPPG yang lalai hingga menyebabkan siswa sekolah keracunan selayaknya ditutup permanen
- Setiap SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan pangan harus ditutup secara permanen dan dicabut izin operasionalnya, tanpa pengecualian
- Menurutnya, penutupan permanen adalah bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus instrumen efek jera untuk SPPG
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IX DPR RI menegaskan, SPPG yang lalai hingga menyebabkan siswa sekolah keracunan selayaknya ditutup permanen. SPPG yang mengabaikan, kualitas kesehatan MBG juga harus dicabut izin operasionalnya.
Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. Politikus PDIP ini, sekaligus merespons langkah cepat BGN menangani keracunan MBG di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jaktim.
"Setiap SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan pangan harus ditutup secara permanen dan dicabut izin operasionalnya, tanpa pengecualian. Kebijakan ini tidak boleh bersifat kasuistik atau terbatas pada satu kejadian saja," kata Charles dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 5 April 2026.
Menurutnya, penutupan permanen adalah bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus instrumen efek jera untuk SPPG. Ke depannya, seluruh penyelenggara SPPG harus mematuhi standar keamanan pangan MBG secara disiplin dan konsisten.
"Harus menjadi standar penegakan hukum dan pengawasan nasional. Sanksi penutupan permanen bisa menjadi peringatan bagi SPPG yang lain," ucap Charles.
Ke depannya, Charles mendorong, BGN melakukan audit investigatif terhadap seluruh rantai pasok bahan pangan MBG. Yakni, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan.
"Serta memastikan kepatuhan terhadap SOP di semua titik layanan MBG, jangan sampai kejadian yang sama terulang. Sanksi penutupan permanen harus menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara agar tidak bermain-main dengan keselamatan rakyat," ujar Charles.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 72 orang siswa dari empat sekolah diduga keracunan spageti menu MBG di Pondok Kelapa. Puluhan siswa tersebut, saat ini tengah dirawat di tiga rumah sakit rujukan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek penanganan para korban di RSKD Duren Sawit, Jaktim. "Seperti kita ketahui bersama, ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa Dua," ucap Pramono di Duren Sawit, Sabtu, 4 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....