Pemerintah Pastikan Program MBG Tetap Berjalan walau Ada Efisiensi Imbas Perang

  • 05 Apr 2026 21:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdampak dari perang di Timur Tengah berupa efisiensi
  • 2. Pemberian MBG dikurangi dari enam hari menjadi lima hari dalam seminggu
  • 3. Pemerintah meluncurkan kebijakan transformasi budaya kerja dan hemat energi sebagai respon dampak perang di Timur Tengah

RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah memastikan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan kendati ada kebijakan energi dan transformasi budaya kerja. Hanya saja, pemberian MBG akan dikurangi dari sebelumnya enam hari menjadi lima hari.

“Program MBG berjalan selama program transformasi budaya kerja dalam rangka hemat energi . Ada penyesuaian dari enam hari menjadi lima hari,” kata Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria dalam wawancara bersama RRI Pro3 , Minggu, 5 April 2026.

Adapun untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (Wilayah 3T) pemberian MBG tetap enam hari. Termasuk wilayah dengan kasus stunting tinggi, sekolah berasrama seperti pondok pesantren dan sekolah keagamaan lainnya.

Hariqo mengatakan pengurangan pemberian MBG tidak mengurangi kualitas dan kuantitas makanan. Menu MBG berasal dari makanan yang segar dan memenuhi gizi sesuai dengan ketentuan dari kementerian kesehatan.

Badan Bergizi Nasional (BGN) akan mengurangi anggaran untuk kegiatan seremonial. Selanjutnya mengurangi perjalanan dinas baik ke luar kota atau luar negeri.

“BGN akan mengalami penyesuaian anggaran terutama tidak ada perjalanan dinas, pengurangan kendaraan pejabat. Pengurangan perjalanan ke luar negeri 70 persen dan tidak ada pengurangan aktivitas masyarakat,” katanya.

Hariqo juga meminta masyarakat untuk tidak takut dan khawatir untuk mengkritik pelaksanaan MBG di daerah. Kritik-kritik yang membangun akan menjadi evaluasi bagi pemerintah agar program MBG semakin bagus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program MBG terdampak efisiensi imbas perang Timur Tengah. Efisiensi berupa pemangkasan menjadi lima hari dalam sepekan.

"Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG sebagai program, dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu. Ada pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T dan daerah dengan tingkat stunting yang tinggi.," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Selasa, 31 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....