Gempa di Bitung Sulut, BNPB Catat Kerusakan Ringan hingga Sedang

  • 02 Apr 2026 09:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mencatat kerusakan ringan hingga sedang akibat gempa, termasuk satu gereja dan dua rumah di Ternate, sementara pendataan di Bitung masih berlangsung.
  • Gempa berpusat di kedalaman 62 km dengan guncangan kuat 10–20 detik, disertai dua gempa susulan (M5,5 dan M5,2) yang tidak berpotensi tsunami, namun terdeteksi gelombang kecil hingga 0,3 meter.
  • Basarnas melaporkan dua korban di Manado, satu meninggal dan satu luka patah kaki, serta mengimbau warga pesisir tetap waspada dan menjauhi pantai.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya kerusakan ringan hingga sedang akibat gempa yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

"Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Kamis, 2 April 2026.

Ia menambahkan, dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, juga mengalami kerusakan. Sementara di Kota Bitung, proses pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Ia menjelaskan, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta di Kota Ternate.

Selain itu, tercatat dua gempa susulan masing-masing bermagnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.

"Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil. Yakni sekitar 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB," ucapnya.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang susulan. Masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, diimbau menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan.

Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng mengatakan gempa tektonik yang terasa hingga Sulawesi Utara. Hal itu menyebabkan adanya dua korban di Manado.

"Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit. Yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," katanya.

Pihaknya hingga saat ini masih terus mencari informasi. Terutama dengan masih adanya kemungkinan warga yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....