Ancaman Berlapis Gempa M 7,6: Tsunami, Kerusakan, hingga 11 Gempa Susulan

  • 02 Apr 2026 08:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa magnitudo 7,6 dangkal berpotensi tsunami di Maluku Utara
  • Guncangan kuat dirasakan di Ternate, berdampak hingga Manado dan Gorontalo
  • BMKG mencatat 11 gempa susulan dan mengimbau masyarakat tetap waspada

RRI.CO.ID, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis 2 April 2026 pagi tidak hanya memicu tsunami, tetapi juga menimbulkan ancaman berlapis. Ancaman tersebut berupa kerusakan bangunan dan rangkaian gempa susulan di wilayah terdampak.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan kedalaman 33 kilometer di laut. Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku dan memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Episenter gempa berada sekitar 129 kilometer barat daya wilayah Sulawesi Utara. Guncangan kuat dilaporkan terasa di Ternate dengan intensitas V hingga VI MMI,.

Sementara di Manado dan Gorontalo dirasakan dengan intensitas lebih rendah. “Selain guncangan, terdapat laporan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah, termasuk Manado dan Pulau Batang Dua,” ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta.

BMKG juga mencatat potensi tsunami dengan status siaga di beberapa wilayah pesisir. Hasil pemodelan menunjukkan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 3 meter.

“Potensi tsunami masih kami monitor secara intensif melalui sistem peringatan dini,” katanya. Ancaman belum berhenti, hingga pukul 07.00 WIB BMKG mendeteksi sedikitnya 11 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Serta hanya mengakses informasi resmi guna menghindari kepanikan akibat kabar yang belum terverifikasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....