Gempa Tektonik Sulut, Basarnas Laporkan Dua Korban di Manado

  • 02 Apr 2026 08:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Basarnas melaporkan dua korban akibat gempa di Manado, satu meninggal tertimpa reruntuhan dan satu lainnya mengalami patah kaki.
  • Gempa tektonik bermagnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung terasa kuat di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado.
  • BMKG menetapkan sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi tsunami, termasuk Ternate, Halmahera, Tidore, hingga Kepulauan Sangihe.

RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengatakan gempa tektonik yang terasa hingga wilayah Sulawesi Utara menyebabkan korban di Manado. Sebanyak dua orang dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.

"Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit. Yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," katanya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Kamis, 2 April 2026.

Pihaknya hingga saat ini masih terus mencari informasi. Terutama dengan masih adanya kemungkinan warga yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, pukul 06.48 WITA. Gempa tersebut sangat terasa di Kota Manado.

BMKG telah melakukan pemutakhiran data dengan adanya peringatan dini tsunami di perairan Sulut dan Maluku Utara. Gempa bumi itu berlokasi di 1,25 lintang utara, 126,27 bujur timur serta di kedalaman laut 62 km.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli memberikan pernyataan tentang gempa tersebut. "Adanya tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi siaga tsunami," ujarnya.

Provinsi Maluku Utara berpotensi siaga tsunami, yaitu Ternate, Halmahera, dan Tidore. Lebih lanjut, daerah lainnya yang berpotensi tsunami yaitu Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....