TNI Gugur, Ketua DPR: Negara Berhak Minta Tanggung Jawab Komunitas Internasional
- 01 Apr 2026 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua DPR RI, Puan Maharani mendesak, tanggung jawab lembaga internasional terkait serangan Israel terdap Pasukan UNIFIL di Lebanon
- Ketua DPP PDIP ini menegaskan, mendukung langkah pemerintah meminta otoritas-otoritas terkait melakukan investigasi atas gugurnya prajurit TNI
- Penghormatan terbaik kepada prajurit yang gugur adalah dengan memastikan bahwa pengabdian mereka memperkuat kesadaran nasional dan internasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani mendesak, tanggung jawab lembaga internasional terkait serangan Israel terdap Pasukan UNIFIL di Lebanon. Terlebih, serangan misil yang diduga dilakukan Israel itu telah membuat tiga prajurit TNI meninggal dunia.
Ketua DPP PDIP ini menegaskan, mendukung langkah pemerintah meminta otoritas-otoritas terkait melakukan investigasi atas gugurnya prajurit TNI tersebut. "Negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi setiap tumpah darah Indonesia," kata Puan dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Pengorbanan prajurit TNI di Lebanon, ia mengingatkan, posisi Indonesia di panggung internasional dibangun bukan hanya melalui pernyataan politik. Melainkan juga, keberanian berdiri di garis depan ketika dunia menghadapi konflik.
"Penghormatan terbaik kepada prajurit yang gugur adalah dengan memastikan bahwa pengabdian mereka memperkuat kesadaran nasional dan internasional. Kesadaran perdamaian dunia bukan agenda yang jauh dari kepentingan Indonesia, melainkan bagian tanggung jawab memiliki konsekuensi nyata," ucap Puan.
Kemudian, ia menuturkan, keterlibatan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tidak pernah berada di ruang yang sepenuhnya aman. Meskipun, dijalankan di bawah mandat internasional.
"Ketika prajurit Indonesia gugur dalam misi perdamaian, itu menunjukkan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional. Selalu dibayar dengan tanggung jawab yang tidak ringan," ujar Puan.
Sebelumnya diberitakan, Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI dalam misi UNIFIL, gugur akibat tembakan artileri di Lebanon selatan. Insiden itu terjadi dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026, di sekitar posisi kontingen Indonesia.
Serangan tersebut juga melukai tiga prajurit lainnya, yakni Rico Pramudia, Bayu Prakoso, dan Arif Kurniawan. Mereka mengalami luka akibat dampak tembakan artileri yang menghantam area sekitar penugasan pasukan UNIFIL Indonesia.
Sehari kemudian, PBB melaporkan kembali insiden serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di Lebanon selatan. Serangan itu terjadi dekat Bani Hayyan pada Senin, 30 Maret 2026, dan melibatkan pasukan penjaga perdamaian Indonesia.
Dua prajurit TNI dilaporkan gugur dalam serangan tersebut, yakni Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain korban gugur, dua prajurit lainnya terluka, yaitu Sulthan Wirdean Maulana dan Deni Rianto akibat serangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....